Tim Pertahanan Sipil Gaza lakukan pencarian terhadap warga. Foto: Anadolu
Tim Pertahanan Sipil Gaza Evakuasi Jenazah 11 Warga Palestina dari Rumah yang Hancur
Fajar Nugraha • 20 August 2026 06:52
Gaza: Tim pertahanan sipil Palestina di Jalur Gaza mengevakuasi jenazah 11 warga Palestina dari bawah reruntuhan rumah yang hancur di lingkungan Zeitoun, sebelah tenggara Kota Gaza.
Mohammed Abu Dan, pengawas pelaksana operasi Pertahanan Sipil untuk evakuasi korban dari bawah reruntuhan, mengatakan tim telah menyelesaikan operasi di rumah keluarga Sawafiri setelah melakukan upaya pencarian dan evakuasi selama tiga hari.
Tim tersebut mengevakuasi 11 jenazah, kata Abu Dan, seraya menambahkan bahwa mereka kemudian beralih ke lokasi lain di Kota Gaza untuk melanjutkan operasi pencarian dan evakuasi.
“Tim khusus akan terus bekerja sebagai bagian dari proyek untuk mengevakuasi jenazah warga Palestina yang terkubur di bawah bangunan-bangunan yang hancur di seluruh Jalur Gaza,” ujar Abu Dan, seperti dikutip dari Anadolu, Kamis 20 Agustus 2026.
Operasi evakuasi ini dilakukan di tengah banyaknya korban yang masih terjebak di bawah bangunan yang hancur akibat genosida Israel di Gaza, yang dimulai pada 8 Oktober 2023.
Tim Pertahanan Sipil menghadapi kesulitan besar karena keterbatasan peralatan dan sumber daya yang diperlukan untuk menemukan serta mengevakuasi jenazah.
Pada Sabtu, tim Pertahanan Sipil mengevakuasi jenazah 21 warga Palestina dari dua rumah yang dihancurkan oleh Israel, sembari memulai pencarian jenazah lainnya di bawah rumah keluarga Sawafiri.
Operasi ini merupakan bagian dari tahap kedua proyek yang diluncurkan oleh Pertahanan Sipil pada 19 Juli untuk mengevakuasi jenazah warga Palestina yang hilang di bawah reruntuhan.
Juru bicara Pertahanan Sipil, Mahmoud Bassal, saat itu mengatakan bahwa tahap kedua mencakup 800 jam operasi pencarian dan evakuasi di 147 rumah yang hancur di Gaza, termasuk wilayah Gaza utara dan Gaza tengah. Lokasi-lokasi tersebut diperkirakan menyimpan jenazah 1.072 orang.
Bassal mengatakan operasi tersebut dilakukan dengan sumber daya yang "sangat terbatas", yang terdiri dari satu ekskavator, satu buldoser, dan satu truk, dengan dukungan dari Komite Internasional Palang Merah (ICRC).
Tahap pertama proyek ini dimulai pada November 2025, yang melibatkan 500 jam kerja. Tim telah mengevakuasi 333 jenazah dan sisa-sisa jasad dari total 559 orang yang hilang di bawah reruntuhan 54 rumah dan bangunan, sementara keterbatasan sumber daya menghalangi akses untuk menjangkau jenazah sekitar 226 orang lainnya yang diyakini masih tertimbun reruntuhan.
Pada Oktober 2025, Kantor Media Pemerintah Gaza menyatakan bahwa sekitar 9.500 warga Palestina dilaporkan hilang sejak awal perang, termasuk mereka yang jenazahnya masih tertimbun di bawah bangunan yang hancur serta mereka yang nasibnya tidak diketahui.
Genosida Israel terhadap Gaza telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 174.000 orang, yang sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak. Perang ini juga telah menyebabkan kehancuran luas di seluruh wilayah kantong tersebut, serta merusak sekitar 90% infrastrukturnya.