Intip 5 Keluarga Terkaya di AS dan Sumber Kekayaannya

Keluarga Walton jadi keluarga paling kaya di Amerika Serikat. Foto: Yahoo Finance.

Intip 5 Keluarga Terkaya di AS dan Sumber Kekayaannya

Ade Hapsari Lestarini • 24 August 2026 11:49

Jakarta: Lima keluarga terkaya di Amerika Serikat (AS) memiliki total kekayaan gabungan mencapai USD943,4 miliar atau sekitar Rp16.684 triliun. Kekayaan tersebut berasal dari bisnis di berbagai sektor, mulai dari ritel, makanan, energi, jasa keuangan hingga agribisnis.

Mengacu pada daftar Forbes America's Richest Families 2026, berikut lima keluarga terkaya di AS, dilansir VN Express.
 

1. Keluarga Walton


Keluarga Walton menjadi keluarga terkaya di AS dengan total kekayaan mencapai USD520 miliar. Kekayaan tersebut berasal dari kepemilikan keluarga atas Walmart, perusahaan ritel terbesar berdasarkan pendapatan.

Forbes mencatat sekitar 41 persen saham Walmart dimiliki oleh keluarga dari tujuh ahli waris Sam Walton dan saudaranya, Bud Walton. Mereka terdiri atas tiga anak Sam Walton yang masih hidup, yakni Rob, Jim, dan Alice Walton, menantu Sam, Christy Walton, putranya Lukas Walton, serta dua putri Bud, Ann Walton Kroenke dan Nancy Walton Laurie.

Rob Walton mengambil alih posisi ketua Walmart setelah ayahnya meninggal pada 1992. Ia menjabat hingga 2015 sebelum posisinya digantikan oleh menantunya, Greg Penner. Rob kemudian pensiun dari dewan direksi Walmart pada 2024. Sementara itu, putra Jim Walton, Steuart Walton, menggantikan ayahnya sebagai direktur pada 2016.

Walmart didirikan pada 1962 dan berkembang dari satu toko diskon di Arkansas menjadi salah satu peritel terbesar di dunia. Perusahaan tersebut kini mengoperasikan lebih dari 10 ribu toko dan klub secara global, termasuk sekitar 4.600 toko di AS.


 

2. Keluarga Koch


Keluarga Koch menempati posisi kedua dengan total kekayaan USD157 miliar. Kekayaan keluarga ini meningkat USD41 miliar dalam dua tahun terakhir, sehingga naik dari posisi ketiga dalam daftar sebelumnya.

Bisnis keluarga Koch bermula dari usaha penyulingan minyak dan teknik yang didirikan Fred C. Koch pada 1940. Perusahaan tersebut kemudian berkembang menjadi Koch, Inc., grup usaha yang terdiversifikasi dan bergerak di berbagai sektor, termasuk manufaktur, energi, bahan kimia, produk kertas, elektronik, dan perangkat lunak.

Charles Koch, putra Fred Koch, saat ini menjabat sebagai chairman dan co-CEO Koch, Inc. Keluarga Koch tetap memiliki perusahaan tersebut sebagai perusahaan swasta.
 

3. Keluarga Mars


Keluarga Mars berada di posisi ketiga dengan total kekayaan USD129 miliar. Keluarga tersebut merupakan pemilik Mars Inc., salah satu perusahaan makanan, permen, dan perawatan hewan peliharaan terbesar di dunia.

Mars Inc. mencatat penjualan USD65 miliar. Perusahaan tersebut didirikan pada 1911 ketika Frank Mars mulai menjual permen dari dapurnya di Tacoma, Washington.

Putra Frank Mars, Forrest Sr., bergabung dengan perusahaan pada 1929 dan membantu mengembangkan nougat rasa malt yang kemudian menjadi dasar produk Milky Way dan Snickers.

Keluarga Mars tidak terlibat dalam operasional sehari-hari perusahaan, meskipun sejumlah anggota keluarga masih duduk di jajaran direksi.
 

4. Keluarga Edward Johnson


Keluarga Edward Johnson menempati posisi keempat dengan kekayaan USD69,5 miliar. Kekayaan tersebut berasal dari kepemilikan keluarga atas Fidelity, perusahaan jasa keuangan yang berbasis di Boston.

Fidelity didirikan Edward C. Johnson II pada 1946. Perusahaan tersebut bergerak dalam pengelolaan aset dan dana investasi, perdagangan daring, serta layanan pensiun.

Per Desember 2025, Fidelity mengelola aset sebesar USD7,1 triliun. Keluarga Johnson memiliki 49 persen Fidelity, sementara 51 persen lainnya dimiliki karyawan.

Abigail Johnson merupakan generasi ketiga keluarga yang memimpin Fidelity. Ia menjabat sebagai CEO sejak 2014 setelah menggantikan ayahnya, Edward "Ned" Johnson III.


Martha "Muffy" MacMillan. Foto: Bussiness Insider.
 

5. Keluarga Cargill-MacMillan


Keluarga Cargill-MacMillan berada di posisi kelima dengan total kekayaan USD67,9 miliar. Kekayaan tersebut berasal dari kepemilikan atas Cargill, perusahaan swasta terbesar di AS berdasarkan pendapatan.

Cargill didirikan pada 1865 ketika W.W. Cargill memulai bisnis penyimpanan biji-bijian di Conover, Iowa. Saat ini, Cargill bergerak di industri biji-bijian, termasuk memproduksi sirup jagung, pati, dan pakan ternak, serta menjalankan bisnis pengemasan daging dan perdagangan energi.

Sedikitnya 100 anggota keluarga Cargill-MacMillan secara kolektif memiliki sekitar 88 persen perusahaan tersebut. Menurut Forbes, 21 anggota keluarga di antaranya merupakan miliarder.

Whitney MacMillan, yang meninggal pada 2020, merupakan anggota keluarga terakhir yang menjabat sebagai CEO Cargill. Ia memimpin perusahaan tersebut dari 1976 hingga 1995.

(Ade Hapsari Lestarini)