Ketua KAMMI Amri Akbar (tengah). Foto: Dok. Istimewa.
KAMMI Ajak Mahasiswa Tak Terpancing Provokasi
Gabriella Thesa Widiari • 22 August 2026 22:55
Jakarta: Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menyatakan sikap terkait kondisi demokrasi belakangan ini. Mereka mengajak seluruh elemen mahasiswa di Indonesia agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh narasi-narasi provokatif yang berpotensi memecah belah bangsa.
Sikap itu menyusul adanya rencana penyampaian aspirasi yang diinisiasi oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) pada 27 Agustus 2026 mendatang. Ketua Umum Pengurus Pusat KAMMI, Muhammad Amri Akbar, menegaskan bahwa menjaga stabilitas keamanan, ketertiban umum, serta keutuhan persatuan nasional merupakan prinsip fundamental organisasi yang tidak dapat ditawar.
"Kami menolak aksi itu demi menjaga kondusifitas, keutuhan persatuan nasional. Itu prinsip fundamental KAMMI, tak bisa ditawar-tawar," kata Amri, di Jakarta, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Baca Juga :
Waspada Provokasi Memecah Belah Bangsa, Warga Jakarta Diimbau Bijak Saring Informasi dari Medsos
"Negara ini ada di alam demokrasi yang beradab," lanjutnya.

Ketua KAMMI Amri Akbar (tengah). Foto: Dok. Istimewa.
Sikap untuk tidak terlibat dalam aksi akhir Agustus ini juga disampaikan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI). Koordinator Pusat BEM SI periode 2026-2027, Andira Yofi Sulendra, menyatakan BEM SI memilih fokus menyelesaikan konsolidasi internal pasca-Musyawarah Nasional (Munas) ketimbang bersikap reaksioner terhadap isu viral semata.
"Kami tidak ingin gerakan BEM SI sifatnya reaksioner atau sekadar ikut karena sedang ramai. Prinsip kami tetap, mahasiswa itu punya peran sebagai gerakan intelektual dan gerakan moral," ujar Andira.
Atas dasar itu, gerakan mahasiswa diimbau untuk menyikapi setiap informasi di media sosial secara kritis dan bijak, serta tidak tergesa-gesa mengambil sikap atau melakukan aksi massa tanpa melalui proses kajian dan pembacaan masalah yang matang.