Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Metrotvnews.com/Nattasya Amani
DKI Lakukan Modifikasi Cuaca untuk Redam Abu Vulkanik pada 7–8 September
Nattasya Amani Vrazeti • 7 September 2026 21:29
Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk menekan sebaran abu vulkanik imbas erupsi Gunung Anak Krakatau pada 7–8 September 2026. Pelaksanaan OMC akan dilakukan apabila terdapat awan di langit Jakarta.
“Sebenarnya hari ini ada rencana untuk OMC. Tetapi karena memang kan sangat bergantung pada awannya, bahkan pemerintah pusat merencanakan yang sama. Diprediksi pada 7-8 ini ada kemungkinan awannya bagus,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 7 September 2026.
Dia telah memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta untuk segera melaksanakan operasi modifikasi cuaca apabila syarat keberadaan awan terpenuhi.
“Nah kalau bisa dilakukan saya sudah minta kepada Badan Penanggulangan Bencana yang memang punya kewenangan untuk melakukan OMC. Jadi sekali lagi segala cara kita lakukan,” ujar Pramono.

Ilustrasi modifikasi cuaca. MGN/Rudi Kurniawansyah
Sementara itu, Kepala BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan BMKG untuk menentukan waktu yang presisi dalam mengeksekusi OMC.
“Waktu yang tepat untuk kita bisa lakukan OMC itu kapan, gitu. Jamnya, harinya, kapan. Tapi posko kita sudah aktif, sudah aktif,” ujar Maruli.
Maruli menjelaskan potensi pertumbuhan awan hujan hingga Minggu, 13 September 2026, sudah ada. Bahkan, potensinya lebih besar daripada kondisi pada Agustus 2026.
“Sekarang, ada, potensi itu sudah ada. Potensi itu sudah ada. Potensi itu untuk di sampai dengan tanggal 13, hari Minggu, itu ada. Potensinya walaupun memang lebih kecil, lebih kecil, tapi lebih besar daripada Agustus kemarin, lebih besar,” ujar Maruli.