Kepala BNPB Suharyanto. Foto: Tangkapan layar.
BNPB Pastikan Operasi Pemadaman Karhutla Sampai Musim Hujan Datang
Siti Yona Hukmana • 7 September 2026 17:44
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan terus melakukan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga musim hujan datang. Menurut perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim hujan akan tiba pada Oktober 2026.
“Kami masih terus bekerja berjibaku paling tidak sampai musim hujan alami turun,” kata Kepala BNPB Suharyanto dalam rapat daring bersama Presiden RI Prabowo Subianto, Senin, 7 September 2026.
“Mudah-mudahan operasi modifikasi cuaca ini juga bisa segera mendatangkan hujan,” ucapnya.
Pada kesempatan itu, Suharyanto menjelaskan 98 persen kebakaran lahan gambut di enam provinsi prioritas sudah padam. Menurut catatan BNPB, total luas lahan terbakar di Kalimantan Barat, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, dan Jambi seluas 72.009,10 hektare.
Sekitar 939,45 hektare belum padam. Pemadaman api dilakukan dengan operasi darat dan operasi udara.
"Apakah 939,45 ini setelah dipadamkan hari ini, besok berkurang? Mudah-mudahan berkurang, Bapak Presiden. Tapi kadang-kadang juga tidak berkurang signifikan, karena hari ini juga ditemukan titik kebakaran yang baru. Atau kebakaran yang lama yang sudah dipadamkan, yang sudah dilaporkan padam, tiba-tiba hidup kembali,” ujar Suharyanto.

Ilustrasi: Petugas BPBD Kabupaten Banjar berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Rabu (2/9/2026). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nz
Suharyanto mengatakan penanganan karhutla khususnya di lahan gambut memang menantang. Ia menyebut meskipun secara umum api karhutla di enam provinsi prioritas sudah padam, asap keluar terus-menerus dari lahan gambut, sehingga menyebabkan jarak pandang terganggu.
Dalam penanganan karhutla di enam provinsi prioritas, BNPB mengerahkan personel gabungan yang terdiri unsur sendiri, BPBD, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api, Manggala Agni, dan relawan dengan total 43.481 personel.
Rinciannya masing-masing ditempatkan di Kalimantan Barat 15.091 personel, Kalimantan Tengah 4.686 personel, Kalimantan Selatan 5.000 personel, Sumatera Selatan 11.026 personel, Riau 1.694 personel, dan Jambi 5.984 personel.