Wakapolri, Dedi Prasetyo, dalam agenda Pembekalan Penanganan Karhutla di STIK. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.
Wakapolri Ultimatum Perusahaan Penyebab Karhutla
Metro TV • 7 September 2026 14:41
Jakarta: Wakil Kepala Kepolisian RI (Wakapolri), Komjen Pol. Dedi Prasetyo, mengultimatum perusahaan yang aktivitasnya menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Izin operasional dipastikan dicabut bila kedapatan membakar hutan.
“Jangan sampai korporasi berlepas diri dalam situasi kebakaran hutan dan lahan. Harusnya izin mereka dicabut jika tidak bertanggung jawab, bahkan hingga penutupan perusahaan,” kata Dedi dalam agenda Pembekalan Penanganan Karhutla di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Senin, 7 September 2026.
“Berdasarkan data dan hasil riset, lebih dari 90 hingga 95 persen kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) disebabkan oleh ulah manusia, sedangkan faktor murni alam hanya berkisar 10 persen,” ujarnya.
Di sisi lain, dia mengungkapkan ada tantangan dalam menegakkan regulasi di tingkat daerah. Dedi mencontohkan di Kalimantan Tengah larangan pembakaran hutan relatif mudah dilaksanakan oleh pemerintah daerah setempat.
“Selain faktor alam, terdapat pula tantangan regulasi lokal terkait kearifan lokal berladang dengan cara membakar. Di Kalimantan Tengah, komunikasi antara pemerintah daerah dan pimpinan kepolisian telah menyepakati imbauan pembatasan pembakaran lahan selama musim kering ekstrem,” jelas Dedi.
.jpeg)
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam rapat terbatas penanggulanagn dan penanganan karhutla. Foto: Tangkapan layar.
Meski demikian, di sejumlah wilayah lain, menegakkan aturan pembakaran lahan masih menjadi tantangan tersendiri. Sebab, ada aturan kearifan lokal di daerah yang membuka lahan dengan cara pembakaran.
“Sementara di wilayah lain, penyesuaian regulasi kearifan lokal dalam hukum positif masih memerlukan pendekatan dan pemahaman yang lebih komprehensif agar masyarakat tidak melakukan pembakaran pada puncaknya musim kemarau,” tutur Wakapolri.
(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)