Prabowo Tegaskan RI Sudah Ratifikasi FTA, Dorong EAEU Segera Memproses

Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026) ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden

Prabowo Tegaskan RI Sudah Ratifikasi FTA, Dorong EAEU Segera Memproses

Siti Yona Hukmana • 3 September 2026 19:46

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Indonesia sudah meratifikasi Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA). Prabowo mendorong negara-negara anggota Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) yang belum memprosesnya untuk segera meratifikasi.

"Indonesia sudah menyelesaikan persetujuan parlemen terkait FTA dan pada Juli saya telah menandatangani peraturan presiden tentang ratifikasi. Izinkan saya menyampaikan niat kami secara tegas: Indonesia menginginkan perjanjian ini berlaku dan dimanfaatkan sesegera mungkin setelah pertukaran notifikasi dilakukan," kata Prabowo dilansir Antara, Kamis, 3 September 2026.

Prabowo menyampaikan komitmen untuk mengimplementasikan I-EAEU FTA yang ditandatangani pada 21 Desember 2025 antara Indonesia dan negara anggota EAEU yaitu Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Rusia dan Komisi Ekonomi Eurasia. Hal ini disampaikan Prabowo dalam pidato pada Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia

"Dengan penuh hormat, saya menyerukan kepada setiap negara anggota EAEU untuk menyelesaikan prosedur internalnya supaya kita bisa memanfaatkan perjanjian ini sesegera mungkin," ujar Prabowo. 

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Eastern Economy Forum (EEF). Foto: Viory

Kepala Negara menekankan FTA itu merupakan arsitektur perdagangan yang akan membuka lima pasar untuk produsen Indonesia dan memberikan pihak Eurasia akses kepada lebih dari 290 juta konsumen Indonesia.

Secara khusus, terdapat delegasi Indonesia yang hadir di EEF ke-11 untuk menyepakati proyek percontohan, kerja sama dengan pembeli, mengamankan logistik dan menyelesaikan yang diperlukan untuk menggunakan perdagangan bebas tersebut.

Presiden Prabowo Subianto mendorong penguatan kerja sama investasi Indonesia dan Rusia melalui Danantara dan Dana Investasi Langsung Rusia atau Russian Direct Investment Fund(RDIF). Prabowo mengatakan Danantara yang baru didirikan Indonesia dengan aset kelolaan sekitar 1 triliun dolar AS dapat menjadi jembatan bagi pasar modal kedua negara.

"Danantara dapat bertindak sebagai jembatan di mana pasar modal Rusia dan Indonesia serta tujuan strategis dapat bertemu," ungkap Prabowo Subianto.

(Siti Yona Hukmana)