Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana. Foto: Istimewa
E-Learning Dukung Penyusunan Laporan Keuangan SPPG
M Sholahadhin Azhar • 12 March 2026 14:44
Jakarta: Pemerintah meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan serta Aplikasi Pelaporan Keuangan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Peluncuran diinisiasi Badan Gizi Nasiona (BGN)l dan Kementerian Keuangan.
"Dana ini adalah uang rakyat. Di setiap rupiahnya, tertitip harapan agar anak-anak bangsa tumbuh sehat, cerdas, dan unggul. Oleh karena itu, prinsip good governance bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kewajiban mutlak," kata Kepala BGN Dadan Hindayana, dalam peluncuran yang dikutip Kamis, 12 Maret 2026.
Langkah strategis ini untuk memastikan dana yang dialokasikan negara dapat dikelola. Terutama, secara transparan dan akuntabel. Hal ini sesuai UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.
Saat ini, pemenuhan gizi lewat makan bergizi gratis (MBG), telah menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat. Mereka dilayani 23 ribu SPPG di seluruh Indonesia.
Pada 2025, anggaran Rp71 triliun untuk MBG kini meningkat menjadi Rp85 triliun. Peningkatan, melalui Anggaran Biaya Tambahan (ABT).
Dadan Hindayana mengatakan e-Learning dapat menjadi solusi digital melalui platform Kemenkeu Learning Center (KLC). Sehingga, pengelola SPPG dapat mengakses materi penyusunan laporan keuangan melalui e-learning.
Selain itu, dalam peluncuran diperkenalkan Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG Versi 04. Aplikasi ini dirancang mempercepat proses penyusunan laporan keuangan.

Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana. Foto: Istimewa
Aplikasi itu digadang menjamin akurasi data keuangan dan transparan. Kemudian, meningkatkan kesiapan SPPG menghadapi audit dari Inspektorat Utama, BPKP, maupun BPK.
SPPG, kata Dadan, wajib menyusun laporan pertanggungjawaban yang kredibel. Laporan disusun dalam format harian, mingguan, dan bulanan. Hal itu, sesuai Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional Nomor 63 Tahun 2025.
"Jangan jadikan laporan keuangan sebagai beban, tetapi sebagai tameng pelindung dalam bekerja. Dengan laporan yang benar, integritas terjaga dan keberlanjutan gizi anak-anak Indonesia dapat terjamin," pungkas Dadan.