Ilustrasi obesitas. Freepik
Bukan Sekadar soal Berat Badan, Ini Bahaya Obesitas
Rahmatul Fajri • 5 July 2026 16:43
Jakarta: Ketua Himpunan Studi Obesitas Indonesia (Hisobi), Prof. Dante Saksono Harbuwono, menegaskan obesitas bukan semata persoalan penampilan atau bentuk tubuh. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius.
"Obesitas bukan lagi soal berat badan yang memengaruhi bentuk badan (body shaping) yang bikin kita malu, enggak gitu, tapi obesitas adalah penyakit karena dengan obesitas kita bisa kena penyakit jantung bahkan risiko kanker," kata Dante, dikutip dari Media Indonesia, Minggu, 5 Juli 2026.
Menurut Dante, faktor genetik memiliki peran penting dalam perkembangan obesitas. Dia merujuk pada Human Genome Project yang menunjukkan terdapat pola gen tertentu yang membuat sebagian orang lebih rentan mengalami kenaikan berat badan.
"Jadi ada orang yang punya pendapat ‘ah saya minum air saja sudah gemuk’, ‘padahal saya sudah jaga-jaga makan tetap saja saya gemuk’. Nah, itu orang-orang yang menyandang gen obesitas," ujar Dante.
.jpg)
Kesehatan/Ilustrasi Medcom.id
Meski dipengaruhi faktor genetik, Dante menekankan obesitas tetap dapat dikelola melalui berbagai pendekatan terapi. Perbaikan pola makan, misalnya, dapat membantu menurunkan berat badan sekitar lima persen. Apabila disertai olahraga dan penerapan gaya hidup sehat, penurunan berat badan dapat mencapai 5–10 persen.
Di sisi lain, tindakan bedah bariatrik atau operasi untuk mengurangi penyerapan makanan disebut mampu menurunkan berat badan hingga 25–30 persen.
Di antara kedua pendekatan tersebut, menurut Dante, terapi menggunakan obat penurun berat badan berperan mengisi kesenjangan efektivitas. Obat-obatan tertentu bekerja melalui mekanisme yang memengaruhi ekspresi gen sehingga membantu mengendalikan berat badan.
"Kalau dia menggunakan obat khusus, gen-nya tadi yang sudah terpola itu akan mengalami proses yang namanya epigenetic gene process, ini proses pembelajaran gen yang sudah terpola dalam tubuh seseorang sehingga dia akan berubah sifatnya. Itu kalau pakai obat bisa turun hingga 20 persen." jelas Dante.
Dante menambahkan salah satu terapi berbasis resep dokter, yakni tirzepatide, bekerja dengan menargetkan dua hormon incretin yang diproduksi sel usus, yaitu GIP dan GLP-1.
Mekanisme tersebut meningkatkan kadar kedua hormon di atas batas fisiologis normal, sehingga memberikan manfaat tidak hanya dalam menurunkan berat badan, tetapi juga memperbaiki profil lipid dan mengendalikan kadar gula darah.
"Karena itulah maka obesitas adalah penyakit, yang mesti dikelola dengan baik," tutur Dante.