Laba BTN Melonjak 54% hingga Mei 2026, Lampaui Rata-rata Industri

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu. Foto: dok BTN.

Laba BTN Melonjak 54% hingga Mei 2026, Lampaui Rata-rata Industri

Ade Hapsari Lestarini • 8 July 2026 15:28

Jakarta: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membukukan kinerja positif hingga Mei 2026. Perseroan mencatat pertumbuhan laba, kredit, dan dana pihak ketiga (DPK) yang melampaui rata-rata industri perbankan nasional.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan transformasi bisnis yang dijalankan perseroan, termasuk penguatan sinergi dalam ekosistem Danantara Indonesia, mulai memberikan hasil terhadap penguatan fundamental perusahaan.

"Transformasi yang kami jalankan mulai memberikan hasil nyata, terutama dengan dukungan penuh dari ekosistem Danantara. Kami terus meningkatkan produktivitas, memperkuat efisiensi operasional, mempercepat digitalisasi layanan, serta mengembangkan bisnis beyond mortgage agar BTN mampu tumbuh secara berkelanjutan," ujar Nixon dalam keterangan tertulis, Rabu, 8 Juli 2026.
 

Laba bersih naik 54,37 persen


Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi hingga Mei 2026, BTN membukukan laba bersih sebesar Rp1,85 triliun, meningkat 54,37 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,19 triliun.

Pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) tercatat Rp7,13 triliun, naik 15,15 persen yoy dari Rp6,19 triliun pada Mei 2025.


 

Di sisi intermediasi, total kredit dan pembiayaan konsolidasi mencapai Rp403,06 triliun, tumbuh 9,97 persen yoy, sedangkan dana pihak ketiga (DPK) meningkat 9,09 persen yoy menjadi Rp433,95 triliun.

BTN juga membukukan laba operasional sebesar Rp2,39 triliun, meningkat 58,37 persen yoy. Sementara itu, pre provision operating profit (PPOP) BTN Group mencapai Rp3,98 triliun, naik 20,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
 

Kinerja di atas rata-rata industri


Kinerja BTN tercatat melampaui pertumbuhan industri perbankan nasional. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), laba bersih bank umum nasional hingga Mei 2026 tumbuh 4,96 persen yoy, sedangkan laba bersih BTN meningkat 54,37 persen yoy.

Selain itu, pertumbuhan kredit BTN sebesar 9,97 persen juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit industri yang mencapai 8,62 persen. Adapun pertumbuhan DPK BTN sebesar 9,09 persen berada di atas rata-rata industri yang tercatat 4,29 persen.

Perseroan menyebut capaian tersebut didukung percepatan transformasi bisnis melalui penyederhanaan proses, penguatan tata kelola, modernisasi infrastruktur teknologi informasi, digitalisasi layanan, serta optimalisasi sinergi dalam ekosistem Danantara Indonesia.

Menurut Nixon, transformasi menuju beyond mortgage menjadi strategi BTN untuk memperluas sumber pertumbuhan sekaligus menghadirkan layanan keuangan yang lebih komprehensif.

"BTN tidak lagi hanya berfokus pada pembiayaan rumah. Kami terus memperluas peran sebagai bank yang mendampingi kebutuhan finansial masyarakat di setiap tahap kehidupan, sekaligus membangun ekosistem perumahan yang terintegrasi. Dengan dukungan sinergi dalam ekosistem Danantara Indonesia, kami optimistis BTN akan terus tumbuh secara sehat, inklusif, dan berkelanjutan," kata Nixon.

(Ade Hapsari Lestarini)