Gelombang Tinggi 2,5 Meter Intai Perairan Kaltara hingga 11 Juli

Ilustrasi gelombang tinggi. ANTARA/Agus Salam

Gelombang Tinggi 2,5 Meter Intai Perairan Kaltara hingga 11 Juli

Lukman Diah Sari • 8 July 2026 06:27

Tanjung Selor: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tarakan melalui Stasiun Meteorologi Juwata mengeluarkan peringatan dini tinggi gelombang di perairan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang berpeluang mencapai 1,25-2,5 meter.

“Tinggi gelombang 1,25-2,5 meter berpeluang terjadi di perairan Tanjung Selor, perairan Tarakan dan Perairan Nunukan-Sebatik,” ujar Prakirawan Stasiun Meteorologi Juwata, Muhammad Reza Saputra, di Tarakan, Rabu, 8 Juli 2026, melansir Antara.

Dia menyebut, gelombang tinggi berpeluang terjadi mulai 9-11 Juli pukul 08.00 Wita. Menurut dia, kondisi gambaran umum atau sinoptik pola angin di wilayah perairan Kaltara umumnya bergerak dari barat hingga selatan dengan kecepatan berkisar 06-25 knot.

“Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan Tanjung Selor,” katanya.

Ilustrasi: Gelombang tinggi menghantam tanggul pemecah ombak di pesisir pantai. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

Lebih lanjut, apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter, maka berisiko terhadap keselamatan pelayaran bagi nelayan. Sedangkan, bila kecepatan angin 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter, maka berisiko terhadap keselamatan pelayaran kapal tongkang.

Imbauan Waspada Gelombang Tinggi

Kepala BMKG Tarakan M Sulam Khilmi mengimbau masyarakat Kaltara yang beraktivitas di perairan Kaltara untuk berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan. Lantaran, peluang tinggi gelombang di perairan Kaltara mencapai 2,5 meter dan kecepatan angin mencapai 25 knot, 

“Kami mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tinggi gelombang yang bisa mencapai 2,5 meter dan selalu berhati-hati jika beraktivitas di perairan. Jangan lupa kelengkapan alat-alat keselamatan,” ujarnya pula.

Masyarakat Kaltara mengandalkan transportasi laut dan sungai dalam aktivitas keseharian bepergian antarpulau, baik itu menggunakan kapal laut atau speedboat sebagai moda transportasi utama yang sentra utamanya di Kota Tarakan.

(Lukman Diah Sari)