Petugas dari pemadam kebakaran melakukan penyemprotan ke sejumlah titik api yang membakar area TPA Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Rabu (2/7/2026). ANTARA/HO-Pemkab Tangerang
Update Kebakaran TPA Jatiwaringin: Water Bombing hingga Puluhan Personel Dikerahkan
Lukman Diah Sari • 3 July 2026 14:23
Kabupaten Tangerang: Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menerjunkan 30 personel Manggala Agni untuk membantu mempercepat upaya pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Hari ini, Jumat, 3 Juli 2026, merupakan hari keempat kebakaran TPA Jatiwaringin.
"Kemarin setelah saya hubungi, Pak Menteri LH juga menghubungi Pak Menteri Kehutanan, akan menurunkan kurang lebih 30 orang pemadam dari Manggala Agni," kata Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan KLH, Rizal Irawan di Tangerang, Jumat, 3 Juli 2026, melansir Antara.
"Mereka akan membawa peralatan untuk inject, high pressure inject. Karena kita berupaya untuk memadamkan api yang berada di bawah permukaan," tutur dia.
Personel yang diterjunkan berasal dari Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL) di berbagai daerah, seperti Makassar, Palembang, dan Jawa Barat. Saat ini, upaya pemadaman masih dilakukan melalui dua jalur, yakni jalur darat oleh petugas pemadam kebakaran dan udara menggunakan helikopter water bombing.
"Tapi kita tahu bahwa perlakuan ini akan kita samakan dengan perlakuan kebakaran di wilayah gambut, di mana kita tidak bisa fokus di atas saja tapi juga harus yang di bawah. Sehingga diperlukan peralatan yang dipunyai oleh Manggala Agni," kata dia.

Kebakaran di TPA Jatiwaringin Mauk Kabupaten Tangerang. (Metrotvnews.com/Hendrik S)
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sekitar 30 persen dari luasan area kebakaran di TPA Jatiwaringin mulai padam dan terkendali. Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB Djohan Darmawan mengatakan bahwa memasuki hari keempat operasi pengendalian kedaruratan di TPA Jatiwaringin, pengoptimalan dua helikopter water bombing masih dilakukan untuk mempercepat pemadaman.
"Sementara ini kita bisa melihat, ini kalau pagi hari anginnya enggak terlalu kencang. Kawan-kawan petugas ini pun juga bekerjanya dimaksimalkan dari pagi, siang, dan malam," jelasnya.
Ia mengatakan, untuk memaksimalkan pengendalian kebakaran ini pihaknya juga telah mengerahkan 18 unit mobil pemadam kebakaran untuk menyisir titik-titik api yang belum terjangkau oleh unit pembom air.