Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8%, Purbaya Andalkan Peran Sektor Swasta

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Metrotvnews.com/Richard Alkhalik.

Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8%, Purbaya Andalkan Peran Sektor Swasta

Ade Hapsari Lestarini • 12 May 2026 18:04

Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen pada 2029 tidak akan tercapai tanpa dukungan besar dari sektor swasta.

Menurut Purbaya, kapasitas Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sangat terbatas untuk menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Hal tersebut disampaikan Purbaya di hadapan perwakilan negara Uni Eropa dan organisasi internasional dalam acara International Seminar on Debottlenecking Channel "Resolving Bottleneck, Accelerating Investment" yang digelar di Komplek Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.

Purbaya mengatakan pemerintah kini memprioritaskan perbaikan iklim investasi dan kepastian hukum guna menarik lebih banyak partisipasi dan penanaman modal dari pelaku usaha.

"Kontribusi penghabisan pemerintahan ke ekonomi kita hanya sekitar 10 persen, 90 persennya dikontribusi oleh sektor pribadi. Jadi tanpa partisipasi sektor pribadi yang signifikan, hampir tidak mungkin untuk menciptakan kembang ekonomi lebih dari enam persen," ungkap Purbaya.

Menurut dia, peningkatan kontribusi sektor swasta menjadi kunci untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi delapan persen pada 2029.

"Namun, kita tahu target kita adalah delapan persen pada 2029. Kami, pemerintahan Indonesia, mengerti bahwa kita perlu meningkatkan 'pertunangan' sektor pribadi dalam ekonomi kita," kata dia.


Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Metrotvnews.com/Richard Alkhalik.
 

Selesaikan Masalah Lapangan


Purbaya mengungkapkan, memperbaiki tatanan aturan di atas kertas tidak akan efektif jika pemerintah tidak memahami masalah riil yang mencekik dunia usaha di lapangan.

Melalui pendekatan penyelesaian kasus per kasus dengan pemanfaatan satgas Debottlenecking, pemerintah menjamin percepatan investasi dapat langsung dirasakan oleh investor, sebelum akhirnya diakomodasi ke dalam perbaikan regulasi secara permanen.

"Saya mendengar dari sektor pribadi apa masalahnya, masalahnya, dan kami menyelesaikan masalahnya. Dan, akhirnya, kami juga akan meningkatkan regulasi tersebut. Jadi, menurut saya, itu adalah langkah yang lebih baik dan langkah yang akan memberikan hasil yang lebih cepat dan lebih baik karena kami menangani masalah yang sebenar yang dihadapi oleh komunitas bisnis di negara kita," ujar dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)