Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: MetroTV/Rifda Muthia Zahra
Tekan Impor BBM, Alasan Purbaya Restui Insentif Mobil Listrik
Rifda Muthia Zahra • 12 May 2026 14:18
Jakarta: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan alasan strategis di balik pemberian insentif untuk mobil listrik. Langkah ini diambil setelah pemerintah melakukan analisis mendalam terhadap eskalasi konflik geopolitik global.
“Kelihatannya itu perangnya masih panjang. Artinya konsumsi BBM kita juga akan masih tinggi dan dengan harga yang lebih tinggi. Jadi kalau saya bisa pindahkan ke listrik, itu akan mengurangi impor kita dengan signifikan,” kata Purbaya di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.
Purbaya menjelaskan bahwa pengamatannya di Amerika Serikat menunjukkan kesepakatan internasional terhadap Iran, sehingga konflik antara dua negara tersebut diduga masih jauh dari kata usai. Ia memprediksi ketegangan ini paling cepat baru akan mereda pada September mendatang, bergantung pada hasil Pemilihan Presiden di Amerika Serikat.
"Saya mau pakai itu supaya subsidinya di PLN mengecil, (subsidi) BBM juga mengecil. Itu utamanya," tambah dia.

(Ilustrasi. Foto: Dok istimewa)
Inefisiensi pasokan listrik
Selain faktor harga minyak dunia yang tidak menentu akibat konflik, Menkeu menyoroti adanya inefisiensi pada pasokan listrik nasional. Ia mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 30 persen kapasitas listrik PLN yang tetap harus dibayar oleh negara namun tidak terpakai, atau dikenal dengan istilah take or pay.Dengan mendorong penggunaan kendaraan listrik melalui insentif, pemerintah berharap bisa melakukan efisiensi dalam beberapa bulan ke depan. Strategi ini dianggap sebagai solusi untuk mengurangi beban subsidi BBM yang membengkak akibat harga minyak dunia yang tinggi, sekaligus mengoptimalkan kelebihan pasokan listrik domestik.