AS Serang Kapal yang Dilabeli Narko-Teroris di Pasifik, Dua Orang Tewas

AS menyerang sebuah kapal yang dituding terlibat dalam perdagangan narkotika tanpa menyertakan bukti pendukung di Pasifik timur. (Anadolu Agency)

AS Serang Kapal yang Dilabeli Narko-Teroris di Pasifik, Dua Orang Tewas

Muhammad Reyhansyah • 10 February 2026 13:15

Florida: Militer Amerika Serikat (AS) menyerang sebuah kapal di Samudra Pasifik bagian timur, menewaskan dua orang dengan satu lainnya dinyatakan selamat, menurut keterangan pihak militer yang disampaikan kepada Penjaga Pantai AS.

Komando Selatan Amerika Serikat (US SOUTHCOM), yang bertanggung jawab atas operasi militer di Amerika Latin dan Karibia, menyatakan bahwa serangan “kinetik mematikan” tersebut dilakukan pada Senin kemarin terhadap sebuah kapal yang dituding terlibat dalam perdagangan narkotika, tanpa menyertakan bukti pendukung.

“Dua narko-teroris tewas dan satu orang selamat dari serangan tersebut. Setelah keterlibatan itu, US SOUTHCOM segera memberi tahu Penjaga Pantai AS untuk mengaktifkan sistem pencarian dan penyelamatan bagi korban selamat,” demikian pernyataan militer, dikutip dari Al Jazeera, Selasa, 10 Februari 2026.

SOUTHCOM tidak memberikan rincian mengenai kondisi medis korban yang selamat, peluang keberhasilannya dievakuasi oleh penjaga pantai, maupun kemungkinan ia bertahan hidup.

Pekan lalu, Amerika Serikat juga mengklaim bertanggung jawab atas tewasnya dua orang dalam serangan lain di Pasifik timur. Dengan insiden terbaru ini, jumlah serangan terhadap kapal yang diperintahkan Washington sejak penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada awal Januari bertambah menjadi tiga.

Berdasarkan pemantauan dan catatan sejumlah organisasi media, Amerika Serikat kini telah melancarkan sekitar 37 serangan terhadap 39 kapal di Pasifik timur dan Laut Karibia, yang menewaskan sedikitnya 130 orang, termasuk korban dalam serangan pada Senin.

Meski menghadapi tudingan dari akademisi hukum, aktivis hak asasi manusia, dan para pemimpin kawasan yang menilai AS melakukan pembunuhan di luar proses hukum dengan bertindak sebagai hakim, juri, dan algojo terhadap tersangka pelaku perdagangan narkoba, operasi mematikan di perairan internasional tersebut tampak terus berlanjut.

Pejabat dalam pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga telah menjadi sorotan menyusul laporan bahwa serangan pertama pada September 2025 mencakup serangan lanjutan yang menewaskan para korban selamat yang berpegangan pada puing-puing kapal.

Pakar hukum menyatakan bahwa militer AS telah melakukan tindak pidana apabila benar membunuh para korban selamat dari kecelakaan kapal.

SOUTHCOM merilis sebuah video berdurasi 10 detik yang memperlihatkan serangan udara pada Senin. Dalam rekaman tersebut, sebuah kapal kecil bermesin tampak berada dalam bidikan sebelum terkena hantaman yang memicu ledakan beberapa detik kemudian. Sebagian struktur kapal terlihat masih utuh usai ledakan, meski lajunya melambat.

Baca juga:  AS Kembali Serang Kapal di Pasifik, Total Kematian Capai 67 Sejak September

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)