Tol Jagorawai. (Dok Jasa Marga)
Selaras dengan Danantara, Jasa Marga Perkuat Transformasi Bisnis Berkelanjutan
Lukman Diah Sari • 15 July 2026 18:22
Jakarta: PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus memperkuat transformasi bisnisnya guna menciptakan nilai ekonomi dan sosial yang berkelanjutan. Sejalan dengan arah transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah koordinasi Danantara Indonesia, Jasa Marga kini mengakselerasi pergeseran strategi dari orientasi pertumbuhan usaha berbasis infrastruktur (growth-oriented) menuju penciptaan nilai yang berkelanjutan (value-oriented).
Langkah transformasi ini dijalankan untuk memastikan seluruh aset, layanan, dan jaringan jalan tol milik Jasa Marga Group tidak hanya berfokus pada pertumbuhan perusahaan, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi pengguna jalan, masyarakat, investor, dunia usaha, hingga negara.
“Keberhasilan perusahaan tidak lagi hanya diukur dari besarnya aset atau panjang jalan tol yang dikelola, tetapi juga dari nilai yang mampu diciptakan bagi masyarakat dan negara. Karena itu, setiap aset, inovasi, dan kilometer jalan tol harus dikelola secara optimal dengan menempatkan pelanggan sebagai pusat strategi bisnis melalui prinsip Know Your Customer,” ujar Rivan dalam keterangan resminya, Rabu, 15 Juli 2026.
.jpeg)
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono. (Dok: Jasa Marga)
Pergeseran orientasi ini diperkuat melalui perubahan paradigma dari infra as a structure menjadi infra as a culture atau infraculture. Melalui pendekatan ini, Jasa Marga tidak sekadar membangun dan mengoperasikan jalan tol, tetapi juga mengembangkan ekosistem infrastruktur transportasi yang mampu memperkuat konektivitas, menggerakkan roda perekonomian, serta meningkatkan kualitas pengalaman perjalanan pengguna.
“Kami ingin infrastruktur yang dikelola Jasa Marga memberikan manfaat yang lebih besar dari sekadar menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya. Infrastruktur juga harus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi, memperkuat kepercayaan publik, dan menciptakan nilai yang berkelanjutan. Inilah semangat infraculture yang terus kami bangun,” jelas Rivan.
Sebagai pengembang dan operator jalan tol terbesar di Indonesia, Jasa Marga saat ini menguasai 42 persen pangsa pasar jalan tol komersial yang telah beroperasi, yakni sepanjang 1.294 km. Berbekal pengalaman lebih dari empat dekade, perusahaan kini mengelola 36 konsesi jalan tol dengan total panjang 1.736 km, serta melayani sekitar 3,5 juta kendaraan setiap harinya.
Inovasi Digital dan Peningkatan Layanan Pengguna
Skala pengelolaan yang masif mendorong Jasa Marga untuk terus memperkuat customer experience (pengalaman pelanggan). Komitmen ini diwujudkan lewat Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), sebuah pusat kendali operasional berbasis data real-time yang mendukung pemantauan lalu lintas, penanganan insiden, serta pengambilan keputusan yang cepat.Terkait hal ini, akademisi Prof. Mohammed Ali Berawi dan praktisi bisnis Prof. Rhenald Kasali turut memberikan pandangannya dalam Expert Sharing Session yang digelar di JMTC pada Rabu, 1 Juli, 2026.
“Mobilitas yang cerdas harus saling terintegrasi ke dalam sebuah ekosistem dan saat ini yang dilakukan Jasa Marga sudah sangat baik. Jasa Marga telah memiliki command center yang mengelola data untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis teknologi sebagai inovasi layanan digital. Pengembangan teknologi ini harus diimbangi dengan komitmen terhadap keberlanjutan karena pembangunan hari ini merupakan warisan bagi generasi yang akan datang," papar Prof. Mohammed Ali Berawi.
Baca Juga :
"Pendekatan digital era baru saat ini ikut mengubah cara masyarakat mengambil keputusan hingga melahirkan ekspektasi pelayanan berbeda yang bertujuan untuk memberikan experience yang lebih baik. Jasa Marga menyempurnakannya menjadi strategi perusahaan menuju customer experience yang lebih baik, salah satunya melalui aplikasi Travoy," tambah Prof. Rhenald Kasali.
.jpeg)
(Dok: Jasa Marga)
Dari sisi pelayanan langsung, Jasa Marga telah mentransformasikan nomor Call Center dari 14080 menjadi 133, yang sukses meraih predikat Exceptional dalam ajang Contact Center Service Excellence Award 2025. Selain itu, optimalisasi rest area juga dilakukan agar tidak sekadar menjadi tempat singgah, melainkan destinasi yang memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar.
Transformasi layanan ini juga ditopang oleh kinerja keuangan yang solid. Pada Kuartal I 2026, Jasa Marga mencatatkan Pendapatan Usaha sebesar Rp5,1 triliun, tumbuh 10,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Capaian ini didukung oleh Pendapatan Tol senilai Rp4,7 triliun (naik 9,4 persen) dan Pendapatan Usaha Lain sebesar Rp397,6 miliar (naik 24,4 persen). EBITDA perusahaan juga tercatat kuat sebesar Rp3,4 triliun dengan margin yang terjaga di level 66,1 persen.
Saat ini, Jasa Marga juga tengah melanjutkan pembangunan jalan tol strategis seperti Tol Probolinggo–Banyuwangi, Yogyakarta–Bawen, Solo–Yogyakarta–YIA Kulon Progo, Jakarta–Cikampek II Selatan, dan Akses Patimban. Menariknya, empat ruas di antaranya (di luar Akses Patimban) telah dioperasikan secara fungsional tanpa tarif pada periode mudik Idulfitri 1447 H/Lebaran 2026 lalu, yang terbukti efektif mengurai kepadatan dan memangkas waktu tempuh.
“Inilah ukuran keberhasilan transformasi Jasa Marga sebagai perusahaan yang terus bertumbuh, kokoh, dan mampu menciptakan nilai berkelanjutan,” tutup Rivan.