Peserta didik MAN 3 Kota Padang mendapatkan pembekalan kedisiplinan pasca-ledakan di sekolah tersebut. ANTARA/HO-Humas Kemenag Sumbar
Proses Belajar Mengajar di MAN 3 Padang Berjalan Normal Usai Peristiwa Ledakan
Silvana Febiari • 15 July 2026 10:37
Kota Padang: Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) memastikan proses belajar mengajar (PBM) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kota Padang tetap berjalan normal pasca-ledakan yang terjadi pada Selasa, 14 Juli 2026. Kondisi lingkungan sekolah dipastikan tetap kondusif.
"Kondisi MAN 3 Kota Padang tetap kondusif dan kegiatan pembelajaran berjalan normal," kata Kepala Kanwil Kemenag Sumbar Mustafa, dilansir dari Antara, Rabu, 15 Juli 2026.
Setelah terjadi bunyi dentuman, pihaknya langsung meninjau lokasi sekolah. Hingga Rabu pagi, seluruh murid tetap menjalankan PBM seperti biasa.
"Dari hasil pemantauan di madrasah, tidak terlihat adanya kepanikan maupun gangguan yang berdampak terhadap keseluruhan proses belajar di madrasah," ujar dia.
Proses penanganan peristiwa tersebut saat ini sepenuhnya diserahkan kepada Kepolisian Daerah (Polda) Sumbar. Langkah ini dilakukan untuk menjamin dan memastikan keamanan di lingkungan pendidikan.
"Kami mempercayakan sepenuhnya proses penanganan kepada aparat kepolisian," ucap dia.
Sebagai upaya memastikan rasa aman di lingkungan madrasah, kegiatan pada hari berikutnya diawali dengan senam bersama dan mancakrida. Kegiatan tersebut juga diisi dengan pembinaan dari jajaran Kepolisian Sektor Koto Tangah.
"Kami ingin memastikan seluruh siswa merasa aman dan nyaman berada di madrasah. Hal paling penting saat ini adalah mengembalikan suasana belajar yang kondusif," ungkap dia.

Barang-barang yang diamankan oleh kepolisian dalam kasus ledakan yang terjadi di MAN 3, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tengah, Kota Padang pada Selasa, 14 Juli 2026. ANTARA/HO-Densus 88 Antiteror Polri
Hingga kini, Kemenag Sumbar juga tidak menemukan indikasi adanya siswa trauma akibat peristiwa tersebut. Meskipun demikian, madrasah tetap menyiapkan langkah-langkah pendampingan apabila terdapat siswa yang membutuhkan perhatian.
Pendampingan dilakukan secara bertahap melalui kepala madrasah, guru, wali kelas dan guru Bimbingan Konseling (BK). Siswa juga akan diberikan penguatan agar tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tidak mendapatkan verifikasi, serta tetap menjalani aktivitas belajar seperti biasa.