Ilustrasi: Pexels
Doa Terhindar dari Fitnah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Riza Aslam Khaeron • 14 September 2026 07:00
Jakarta: Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) memberikan banyak kemudahan bagi kehidupan masyarakat. Namun, teknologi ini juga berisiko disalahgunakan untuk menciptakan informasi palsu, memanipulasi foto, meniru rekaman suara, hingga menghasilkan video deepfake yang tampak sangat meyakinkan.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengingatkan bahwa kecanggihan AI dalam menghasilkan konten rekayasa menyerupai kenyataan membuat ancaman fitnah di ruang digital semakin kompleks. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan berhati-hati.
Selain bersikap kritis terhadap informasi yang diterima dan tidak ikut menyebarkan tuduhan yang belum terbukti, umat Islam disarankan memohon perlindungan kepada Allah Swt. agar senantiasa dijauhkan dari fitnah dan kezaliman.
Mengutip NU Online, berikut adalah bacaan doa terhindar dari fitnah yang bersumber langsung dari Al-Qur'an.
Doa agar Terhindar dari Fitnah dan Kezaliman
Doa ini berasal dari Surah Yunus ayat 85–86. Dalam ayat tersebut, para pengikut Nabi Musa a.s. bertawakal kepada Allah Swt. serta memohon agar tidak dijadikan sasaran fitnah maupun kezaliman kaum yang ingkar.
Rabbana la taj'alna fitnatal lil-qaumidh-dhalimin, wa najjina birahmatika minal-qaumil-kafirin.
Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi kaum yang zalim, dan selamatkanlah kami dengan rahmat-Mu dari orang-orang kafir.”
Kisah di Balik Doa Terhindar dari Fitnah
Doa tersebut erat kaitannya dengan kisah perjuangan Nabi Musa a.s. dan para pengikutnya saat menghadapi kekejaman Firaun.Sebagaimana termaktub dalam Surah Yunus ayat 84, Nabi Musa a.s. mengimbau bani Israil untuk berserah diri dan bertawakal penuh kepada Allah Swt. apabila mereka benar-benar beriman. Bani Israil pun menyatakan ketawakalan mereka kepada Allah Swt., yang kemudian dilanjutkan dengan memanjatkan doa agar terhindar dari fitnah kaum yang zalim.
Melansir NU Online, para pengikut Nabi Musa a.s. saat itu berada dalam situasi tertekan dan penuh rasa takut akibat kezaliman Firaun. Di tengah kondisi krisis tersebut, Nabi Musa a.s. membimbing mereka untuk meneguhkan iman dan bertawakal hanya kepada Allah Swt. Rangkaian ayatnya berbunyi:

Wa qala Musa ya qaumi in kuntum amantum billahi fa 'alaihi tawakkalu in kuntum muslimin. Fa qalu 'alallahi tawakkalna, rabbana la taj'alna fitnatal lil-qaumidh-dhalimin, wa najjina birahmatika minal-qaumil-kafirin.
Artinya: “Musa berkata, ‘Wahai kaumku, jika kamu sungguh-sungguh beriman kepada Allah, bertawakallah hanya kepada-Nya apabila kamu benar-benar orang-orang muslim.’ Mereka pun berkata, ‘Kepada Allahlah kami bertawakal. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi kaum yang zalim. Selamatkanlah pula kami dengan rahmat-Mu dari kaum yang kafir.’” (Q.S. Yunus: 84–86).
Doa ini sangat relevan untuk diamalkan ketika seseorang merasa khawatir menghadapi ancaman fitnah, tuduhan palsu, maupun gangguan dari pihak lain.
Di era digital saat ini, ketika manipulasi gambar, suara, dan video semakin mudah dilakukan, doa tersebut perlu diimbangi dengan ikhtiar nyata. Langkah konkret yang dapat dilakukan antara lain memeriksa kebenaran informasi sebelum memercayai atau membagikannya, serta tidak mudah menuduh seseorang berdasarkan konten yang belum terverifikasi.