Serangan Israel di Beirut, Lebanon. Foto: Anadolu
Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Tiga Orang Meski Gencatan Senjata
Fajar Nugraha • 7 May 2026 19:07
Nabatieh: Tiga warga Lebanon tewas dalam serangan udara terbaru Israel di wilayah Nabatieh, Lebanon selatan, pada Kamis, 7 Mei 2026. Serangan terjadi meski gencatan senjata antara kedua pihak masih berlaku hingga 17 Mei.
Menurut Kantor Berita Nasional Lebanon, dua orang tewas setelah serangan udara Israel menghantam sebuah mobil pikap di jalan Habboush dekat kantor registrasi kendaraan di distrik Nabatieh pada waktu fajar.
Sementara itu, satu korban lainnya tewas akibat serangan drone Israel yang menargetkan truk pengangkut mobil di dekat stasiun Safa, wilayah Mifdoun, yang juga berada di Nabatieh.
Sekitar pukul 07.30 waktu setempat, wilayah Habboush, Deir al-Zahrani, dan Kfour dilaporkan mengalami serangan artileri berat. Sebelumnya, pesawat tempur Israel juga melancarkan serangan udara ke kota Kfarrumman pada dini hari.
Dilansir dari Anadolu meski gencatan senjata diumumkan pada 17 April dan diperpanjang hingga 17 Mei, militer Israel disebut masih terus melakukan serangan harian di Lebanon. Selain serangan udara, penghancuran rumah di sejumlah desa juga terus terjadi.
Konflik yang berlangsung sejak awal Maret telah menimbulkan dampak besar bagi Lebanon. Berdasarkan data resmi terbaru, sedikitnya 2.715 orang tewas, 8.353 lainnya terluka, dan lebih dari 1,6 juta warga terpaksa mengungsi. Jumlah itu setara dengan sekitar seperlima populasi negara tersebut.
Israel juga dilaporkan masih menduduki sejumlah wilayah di Lebanon selatan. Beberapa area telah dikuasai selama puluhan tahun, sementara wilayah lain direbut sejak perang 2023 hingga 2024. Dalam konflik terbaru, pasukan Israel disebut maju sekitar 10 kilometer ke wilayah perbatasan Lebanon selatan.
(Keysa Qanita)