Ilustrasi Anadolu
Korban Tewas Ledakan Pabrik Kembang Api di Tiongkok Bertambah Jadi 37 Orang
Dimas Chairullah • 9 May 2026 07:54
Beijing: Jumlah korban jiwa akibat ledakan dahsyat di sebuah pabrik kembang api di Provinsi Hunan, wilayah selatan Tiongkok, dilaporkan kembali bertambah.
Otoritas setempat mengonfirmasi bahwa korban tewas hingga Jumat 8 Mei 2026 melonjak menjadi 37 orang dari sebelumnya 26 orang, sementara satu pekerja lainnya masih dinyatakan hilang. Insiden tragis ini tercatat sebagai bencana ledakan industri paling mematikan di Tiongkok sejak tahun 2019, sebagaimana dikutip dari laporan AsiaOne, Jumat, 8 Mei 2026.
Kota ini mendominasi industri piroteknik dengan memproduksi sekitar 60 persen dari total pasokan perangkat kembang api domestik dan menyumbang hingga 70 persen untuk komoditas ekspor.
Berdasarkan laporan kantor berita pemerintah Xinhua, operasi pencarian dan penyelamatan di lokasi reruntuhan kini telah resmi diselesaikan, dengan 51 korban luka saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Menindaklanjuti insiden mematikan ini, pihak kepolisian telah meluncurkan penyelidikan menyeluruh. Penegak hukum setempat telah memanggil dan menahan delapan orang untuk dimintai keterangan lebih lanjut atas dugaan memicu ledakan tersebut. Proses investigasi ini bahkan berada langsung di bawah pengawasan ketat jaksa penuntut umum tertinggi Tiongkok.
Sebagai langkah antisipatif, otoritas Hunan telah mengeluarkan instruksi tegas untuk menghentikan sementara seluruh operasi pabrik kembang api di kota tersebut guna keperluan inspeksi keselamatan secara massal.
Sebelumnya pada bulan Juni lalu, sebuah ledakan serupa di pabrik kembang api lain di Hunan juga telah merenggut sembilan nyawa.
Sementara itu, tragedi ledakan industri paling mengerikan dalam beberapa tahun terakhir terjadi pada 2019 silam, ketika sebuah pabrik kimia di Provinsi Jiangsu, Tiongkok timur, meledak hebat dan menewaskan 78 orang.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com