Update Gempa NTT, BMKG Catat 111 Kali Gempa Susulan

Pusat gempa di NTT, Sabtu, 15 Agustus 2026. (tangkapan layar)

Update Gempa NTT, BMKG Catat 111 Kali Gempa Susulan

Lukman Diah Sari • 15 August 2026 12:18

Kupang: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika mencatat sebanyak 111 kali gempa bumi susulan telah mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sekitarnya hingga Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 10.00 Wita. Rentetan aktivitas seismik tersebut merupakan susulan dari gempa utama bermagnitudo 7,7 yang berpusat di Kabupaten Nagekeo.

“Informasi terbaru hingga pukul 10.00 Witatelah terjadi total 111 kali gempa bumi susulan,” kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tystama, di Kupang, Sabtu, 15 Agustus 2026, melansir Antara.

Dia mengatakan aktivitas seismik tersebut masih terus terjadi dengan kekuatan gempa susulan terakhir tercatat bermagnitudo 3,8. Meskipun kekuatan gempa susulan sudah mulai mengecil, ia tetap mengimbau masyarakat di Pulau Flores untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya lanjutan.

Sementara itu, terkait peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan sebelumnya, Arief menyatakan bahwa status tersebut kini telah resmi berakhir.

Sebelumnya, BMKG mengeluarkan status potensi tsunami dengan level siaga di sejumlah wilayah pesisir menyusul gempa M 7,7 yang mengguncang kawasan Desa Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada Sabtu, pukul 05.58 Wita.

Pusat gempa tektonik tersebut terjadi pada koordinat 8,41 derajat Lintang Selatan dan 121,39 derajat Bujur Timur, tepatnya di sekitar 30 kilometer laut Mbay, Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.


Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang Arief Tyastama memberikan keterangan kepada wartawan di Kupang, Sabtu (15/8/2026. ANTARA/Kornelis Kaha

Hingga pukul 07.03 Wita, BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami level siaga yang mencakup wilayah NTT, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Tenggara.

Di wilayah NTT, daerah yang sempat masuk dalam status siaga meliputi Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, Manggarai Barat bagian utara, Ende bagian utara, dan Sikka bagian utara. Sementara itu, wilayah Sulawesi Selatan yang masuk dalam status siaga yakni Kepulauan Selayar, Jeneponto, dan Bantaeng.

(Lukman Diah Sari)