Layanan kesehatan pascagempa di Nusa Tenggara Timur. Foto: dok. Kemenkes.
Prioritaskan Layanan Medis Warga Terdampak Gempa, Kemenkes Terjunkan Tim EMT di NTT
Gabriella Thesa Widiari • 18 August 2026 08:45
Jakarta: Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadinin mengatakan, Kementerian Kesehatan (Menkes) memprioritaskan pemulihan fungsi layanan kesehatan pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain itu, mengerahkan tim manajemen krisis dan Emergency Medical Team (EMT), serta menyiapkan Rumah Sakit (RS) Lapangan dan dukungan logistik kesehatan.
"Kemenkes telah mengirimkan dua Tim Manajemen Krisis Kesehatan ke Kabupaten Sikka dan Ende serta dua tim EMT untuk memperkuat pelayanan medis di lokasi terdampak," kata Budi, dilansir dari Antara, Selasa, 18 Agustus 2026.
Kemenkes mencatat pada 16 Agustus 2026, telah didistribusikan delapan paket obat-obatan dasar, lima paket emergency kit, 1.000 sarung tangan steril, 20.000 sarung tangan nonsteril, 20.000 masker bedah. Selain itu juga ada 10 oksigen konsentrator, serta dua tenda pos kesehatan.
"Selain itu sebanyak delapan tenda tambahan juga disiagakan untuk mendukung kebutuhan pelayanan kesehatan di lapangan," ujar Budi.
Kemenkes juga menargetkan dalam waktu dua minggu seluruh puskesmas yang mengalami kerusakan dapat kembali beroperasi setidaknya untuk memberikan pelayanan dasar. Fokus layanan mencakup pelayanan ibu hamil, persalinan, dan imunisasi agar kebutuhan kesehatan masyarakat tetap dapat terpenuhi selama masa pemulihan.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Foto: Metro TV/Muhammad Adyatma Damardjati.
Langkah pemulihan dilakukan secara bertahap dengan memastikan layanan kesehatan dasar tetap berjalan. Sekaligus membangun kembali kapasitas fasilitas kesehatan untuk menghadapi kebutuhan pelayanan yang berpotensi meningkat dalam beberapa hari ke depan.
"Kemenkes terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan NTT, Dinas Kesehatan kabupaten/kota, BNPB, dan Basarnas, untuk mempercepat pemulihan layanan kesehatan, memastikan ketersediaan tenaga medis, serta memenuhi kebutuhan obat-obatan, alat kesehatan, dan sarana pendukung lainnya di wilayah terdampak," kata Budi.