Wisatawan memandangi kawah Gunung Kelimutu di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. (ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo)
3 Gunung di Flores Longsor Pascagempa M 7,7
Media Indonesia • 16 August 2026 15:12
Kupang: Badan Geologi menyampaikan laporan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores memicu terjadinya longsoran di tiga gunung, yaitu Gunung Ebulobo, Gunung Kelimutu, dan Gunung Anak Ranakah.
"Longsoran atau runtuhan massa batuan terjadi pada kawasan puncak dan kawah ketiga gunung itu. Kejadian longsoran tersebut belum disertai indikasi perubahan adanya aktivitas vulkanik atau peningkatan aktivitas erupsi," ungkap Kepala Badan Geologi Lana Saria dalam keterangannya, seperti dilansir Antara, Minggu, 16 Agustus 2026.
Ia menambahkan, seluruh parameter vulkanik yang dipantau masih menunjukkan kondisi normal. Longsoran di kawasan puncak atau kawah merupakan dampak sekunder dari guncangan gempa terhadap kestabilan massa batuan, sehingga tidak dapat serta-merta ditafsirkan sebagai tanda meningkatnya aktivitas vulkanik.
"Pemantauan terhadap perkembangan kegempaan, kondisi visual kawah, serta perubahan parameter vulkanik lainnya tetap perlu dilakukan secara berkala. Khususnya, pada periode gempa susulan, untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi yang dapat memengaruhi kestabilan lereng maupun aktivitas vulkanik," tandas Lana.
Selain guncangan gempa, papar dia, ketidakstabilan massa batuan di kawasan puncak dan kawah gunung juga dipengaruhi oleh kondisi geologi dan morfologi setempat. Faktor-faktor tersebut meliputi keberadaan lereng yang sangat curam hingga hampir vertikal, rekahan serta bidang diskontinuitas pada batuan vulkanik, serta proses alterasi hidrotermal dan pelapukan.
"Sebagian massa batuan memiliki tingkat kestabilan relatif rendah. Guncangan gempa bumi berperan sebagai faktor pemicu terhadap kondisi lereng yang telah memiliki faktor predisposisi tersebut," lanjutnya.
.jpeg)
TNI mengerahkan dua unit pesawat C-130 Hercules untuk mengirimkan bantuan logistik tahap pertama sebanyak 27,09 ton bagi masyarakat terdampak gempa bumi di NTT. Foto: Dok. Kapuspen TNI.
Guncangan dinamis akibat gempa dapat menyebabkan perubahan tegangan pada massa batuan dan bidang diskontinuitas, sehingga blok atau massa batuan yang sebelumnya berada dalam kondisi kritis dapat mengalami pelepasan dan bergerak menuruni lereng.
Badan Geologi mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan untuk tetap waspada terhadap potensi longsoran susulan, terutama di kawasan lereng terjal dan area sekitar kawah, serta terus memantau informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (Sugeng)