IRGC Janji Intensifkan Upaya Menargetkan Netanyahu

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: Anadolu

IRGC Janji Intensifkan Upaya Menargetkan Netanyahu

Muhammad Reyhansyah • 16 March 2026 12:15

Teheran: Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan akan terus meningkatkan upaya untuk mengejar dan menargetkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu jika ia masih hidup.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Minggu, 15 Maret 2026, IRGC menyebut nasib pemimpin Israel yang disebut sebagai “penjahat Zionis” itu tidak pasti. 

Organisasi tersebut juga menyinggung kemungkinan kematian Netanyahu atau pelarian keluarganya dari wilayah yang mereka sebut sebagai wilayah pendudukan, yang menurutnya mencerminkan krisis dan ketidakstabilan di kalangan Israel.
 


Dilansir dari Tasnim News Agency, Senin, 16 Maret 2026, IRGC menegaskan bahwa jika Netanyahu -,yang mereka sebut sebagai “pembunuh anak-anak”,- masih hidup, maka upaya untuk memburunya akan terus dilakukan dengan intensitas lebih besar.

Pernyataan tersebut juga menyebut bahwa sebagai balasan atas kematian para pekerja Iran yang disebut sebagai martir akibat serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap kompleks industri di Iran, IRGC melaksanakan operasi gabungan terhadap apa yang mereka sebut sebagai target “Amerika-Zionis” di wilayah yang diduduki Israel serta di tiga pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan.

Operasi tersebut disebut sebagai gelombang ke-52 dari Operasi True Promise 4, yang menurut IRGC berhasil menghancurkan sejumlah target dengan rudal dan drone.

IRGC juga menyatakan bahwa suara sirene ambulans yang terus terdengar serta pengakuan lembaga-lembaga Israel mengenai meningkatnya jumlah korban tewas dan luka menunjukkan besarnya dampak serangan rudal berat Iran terhadap sektor industri di Tel Aviv.

Klaim Serangan terhadap Pangkalan AS

IRGC menyebut bahwa sektor industri serta lokasi yang menampung pasukan Amerika Serikat di pangkalan udara al-Harir di Erbil, Irak, juga menjadi sasaran serangan.

Selain itu, pangkalan udara Ali Al Salem serta Camp Arifjan disebut turut dihantam rudal dan drone Iran.

Menurut IRGC, operasi tersebut merupakan bagian dari respons terhadap kampanye militer besar yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran setelah pembunuhan pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei bersama sejumlah komandan militer senior dan warga sipil pada 28 Februari.

Serangan tersebut dilaporkan mencakup serangan udara luas terhadap target militer maupun sipil di berbagai wilayah Iran, yang menyebabkan korban jiwa serta kerusakan besar pada infrastruktur.

Sebagai balasan, angkatan bersenjata Iran menyatakan telah melaksanakan serangkaian operasi militer dengan meluncurkan gelombang rudal dan drone yang menargetkan posisi Amerika Serikat dan Israel di wilayah yang mereka sebut sebagai wilayah pendudukan serta di sejumlah pangkalan militer di kawasan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)