Kuota BBM subsidi yang dialokasikan kepada KAI. Foto: Metro TV/Aris Setya.
KAI Terima Kuota BBM Subsidi 214 Juta Liter pada 2026
Aris Setya • 26 February 2026 10:21
Jakarta: PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan pengelolaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi tahun 2026 akan dijalankan sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG). Langkah ini diambil untuk menjamin kesinambungan layanan angkutan penumpang serta distribusi barang nasional secara efisien, terukur, dan akuntabel.
“Kami berkomitmen mengelola setiap alokasi BBM subsidi secara transparan dan bertanggung jawab. Sinergi yang kuat antara regulator dan operator menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan layanan penumpang dan distribusi logistik nasional,” ujar Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, di Jakarta, Rabu, 25 Februari 2026.
Baca Juga :
Anne menjelaskan, pada tahun 2026 KAI memperoleh kuota BBM subsidi berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Nomor 99/P3JBT.KOM/BPH.DBBM/2025. Pihaknya menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah dalam menjaga ketersediaan energi bagi transportasi publik.
Total kuota BBM subsidi yang dialokasikan kepada KAI pada tahun ini mencapai 214.342.000 liter. Alokasi terbesar diperuntukkan bagi Kereta Penumpang, yakni sebanyak 191.022.000 liter.

Kuota BBM subsidi yang dialokasikan kepada KAI. Foto: Metro TV/Aris Setya.
Sisanya didistribusikan untuk angkutan barang berbagai komoditas. Rinciannya meliputi Kereta Barang Peti Kemas sebesar 15.513.000 liter, Kereta Parcel 3.762.000 liter, Kereta Semen 3.360.000 liter, serta Kereta Klinker sebesar 685.000 liter.
Sinergi antara KAI dan pemangku kepentingan sektor energi diharapkan terus terjaga. Hal ini dilakukan agar pemanfaatan BBM subsidi tetap tepat sasaran dan mampu mendukung mobilitas masyarakat serta kelancaran rantai pasok logistik di seluruh wilayah operasi.