Menteri Koperasi Ferry Juliantono. Foto: MI/Naufal Zuhdi.
Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Hub Pendukung Perekonomian Rakyat di Desa
Husen Miftahudin • 26 February 2026 15:29
Jakarta: Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengatakan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih diharapkan mampu menjadi hub pendukung kegiatan perekonomian rakyat di desa yang inklusif.
"Ada beberapa hal kami bicarakan. Yang pertama adalah membangun ekosistem bersama pedagang kaki lima di seluruh Indonesia dengan kaitannya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang nanti akan menjadi hub untuk menjual barang-barang ke warung-warung, ke anggota-anggota asosiasi pedagang kaki lima dengan harga yang relatif lebih murah dan terjangkau," kata Ferry di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis, 26 Februari 2026.
Lebih lanjut, ia mengatakan di dalam hub tersebut nantinya Kopdes Merah Putih dapat berperan sebagai agen penjual barang-barang ke warung kelontong hingga pedagang kaki lima. Selain itu sekaligus menjadi wadah promosi dari produk-produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di desa.
"Kita akan promosikan produk-produk UMKM lokal untuk dijual di gerai-gerai milik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih," kata Menkop.
"Memang dari awal kan keberadaan koperasi desa itu harus bisa membangun hubungan dengan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa), dengan warung, dengan UMKM yang ada, dengan pasar tradisional," jelas Ferry menambahkan.
| Baca juga: F-PDIP: Butuh Kajian Mendalam Terkait Rencana Penutupan Minimarket Demi Koperasi Desa |

(Ilustrasi, Kopdes/Kel Merah Putih. Foto: dok Istimewa)
Dukung kegiatan usaha dan perekonomian di desa
Sementara itu, Ketua Umum APKLI Perjuangan Ali Mahsun mengatakan Kopdes Merah Putih sebagai hub diharapkan mampu mewadahi dan mendukung kegiatan usaha dan perekonomian di desa.
"Koperasi Merah Putih adalah hub, bukan pengecer. Nanti ada Kopdes Merah Putih, ada warung kelontong, ada kuliner, semua nanti dilayani oleh kopdes sebagai hub," kata Ali.
"Sehingga nanti terbangun sebuah ekosistem yang kita harapkan perputaran uang, perputaran potensi ekonomi itu ada di wilayah desa kita masing-masing dan tidak keluar dari desa," ujar dia lagi.