Riset Ungkap Self-care Dapat Ringankan Beban Sistem Kesehatan

Ilustrasi hidup sehat. Foto: Istimewa

Riset Ungkap Self-care Dapat Ringankan Beban Sistem Kesehatan

M Sholahadhin Azhar • 24 July 2026 21:54

Jakarta: Integrasi self-care atau perawatan diri ke dalam sistem kesehatan dinilai mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Sekaligus, memperluas akses layanan kesehatan, serta mengurangi beban sistem layanan medis yang saat ini menghadapi berbagai tantangan.

Hal tersebut terungkap dalam riset terbaru Economist Enterprise bertajuk Making Self-care Work: Integrating Self-care into Health Systems yang didukung Bayer. Riset tersebut memperkirakan praktik self-care dapat memberikan manfaat ekonomi tahunan hingga sekitar USD179 miliar sekaligus membantu berbagai negara mewujudkan Universal Health Coverage (UHC).

"Self-care adalah garda terdepan untuk semua perawatan kesehatan. Dengan adanya bukti klinis, kebijakan yang mendukung, serta tenaga kesehatan dan perawatan yang terlatih, perawatan diri dapat berkontribusi besar dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan bagi semua orang," kata Scientist, The Department of Sexual, Reproductive, Maternal, Child, Adolescent Health and Ageing, World Health Organization (WHO) Manjulaa Narasimhan, dalam riset yang dikutip Jumat, 24 Juli 2026.
 


Self-care merupakan kemampuan individu, keluarga, dan komunitas untuk mengelola kesehatan serta kesejahteraannya. Praktiknya mencakup perilaku hidup sehat, pencegahan penyakit, pemanfaatan perangkat digital, pemantauan kesehatan secara mandiri, hingga penggunaan obat bebas (over-the-counter).

Meski demikian, ruang lingkup self-care yang luas juga menghadirkan tantangan dalam aspek tata kelola, standar pengukuran, serta konsistensi implementasi di berbagai sistem kesehatan.

Riset Economist Enterprise menyebut self-care tidak dimaksudkan sebagai pengganti layanan kesehatan formal, melainkan sebagai bagian yang saling melengkapi. Apabila didukung informasi tepercaya, akses yang terjangkau, dan jalur rujukan yang jelas, self-care mampu memperluas akses layanan kesehatan, memperkuat upaya pencegahan dan intervensi dini, meningkatkan kemandirian masyarakat, serta mengurangi beban sistem kesehatan.

Member of the Bayer Board of Management and President Consumer Health Julio Triana menyebut solusi self-care, termasuk penggunaan perangkat digital, obat bebas yang aman dan terjangkau, suplemen nutrisi, serta informasi edukatif, merupakan hal yang fundamental. Terutama, untuk mengatasi kesenjangan layanan kesehatan global.

"Hal ini merupakan lini pertahanan pertama bagi masyarakat dan sistem kesehatan,” ujar Julio.


Ilustrasi hidup sehat. Foto: Istimewa

Director General, Global Self-Care Federation, Greg Perry, menilai self-care bukan bermaksud mengalihkan tanggung jawab dari sistem kesehatan. Sebaliknya, layanan, produk self-care berbasis bukti, serta obat-obatan tanpa resep yang dilengkapi dengan informasi tepercaya.

"Justru akan memberikan keleluasaan kapasitas (headroom) bagi jalur rujukan—sehingga pasien bisa mendapatkan perawatan medis di fasilitas kesehatan secara tepat waktu saat mereka benar-benar membutuhkannya," kata Greg.

Riset Economist Enterprise menyimpulkan bahwa penguatan tata kelola, pembiayaan, akuntabilitas, serta sistem pendukung akan menjadikan self-care sebagai salah satu pendekatan yang efektif dan hemat biaya dalam membangun sistem kesehatan yang lebih preventif, proaktif, dan berkelanjutan.

(M Sholahadhin Azhar)