Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan saat meninjau wilayah terdampak banjir di Ranca Bolang. Metrotvnews.com/Roni Kurniawan
Banjir Banjaran Meluas ke Kota Bandung, Farhan: Penanganan Masih Darurat
Roni Kurniawan • 16 April 2026 19:21
Bandung: Banjir yang melanda wilayah Banjaran, Kabupaten Bandung, ternyata berdampak hingga ke sejumlah titik di Kota Bandung. Pemerintah Kota Bandung melakukan penanganan yang saat ini masih bersifat darurat di tengah tingginya curah hujan dan meluapnya sungai.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan salah satu wilayah yang terdampak cukup parah adalah Ranca Bolang. Hingga saat ini, kondisi di kawasan tersebut belum sepenuhnya teratasi.
"Ranca Bolang itu sekarang masih belum teratasi. Jadi nanti malam, sejauh ini kita baru memberikan bantuan yang sifatnya darurat kepada warga," ujar Farhan di kawasan Alun-alun Bandung, Kamis, 16 April 2026.
Farhan memastikan akan kembali meninjau lokasi terdampak pada sore hingga malam hari. Langkah ini untuk memastikan penanganan berjalan maksimal dan kebutuhan warga terpenuhi.
"Nanti sore dan malam saya akan datang lagi ke sana, memastikan warga Ranca Bolang bisa segera diatasi permasalahannya," kata Muhammad Farhan, Kamis, 16 April 2026.
Tak hanya permukiman, banjir juga berdampak pada fasilitas pendidikan di sejumlah sekolah di kawasan Ranca Numpang, salah satunya SD Sondaria. Pemkot Bandung, lanjut Farhan, berupaya melakukan perbaikan meskipun kondisi di lapangan masih jauh dari ideal.
"Kita akan berusaha memperbaiki, karena penanganannya sekarang terus terang masih sangat darurat," sahut Muhammad Farhan, Kamis, 16 April 2026.
Menurut Farhan, tingginya intensitas hujan menjadi faktor utama penyebab banjir. Sungai yang meluap tidak mampu menampung debit air. Sementara itu, aliran ke wilayah selatan juga terhambat karena kawasan Kabupaten Bandung, termasuk arah Tegalluar, turut dilanda banjir.

Kondisi depan Kantor Desa Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, saat banjir merendam hingga Senin, 13 April 2026. ANTARA/Ilham Nugraha.
"Ketika diarahkan ke selatan juga tidak bisa, karena di Kabupaten Bandung ke arah Tegalluar juga banjir. Jadi kita sekarang menangani bersama-sama, komunikasi juga sangat erat dengan Kabupaten Bandung," jelas Farhan.
Farhan membeberkan, untuk mengurangi genangan, pihaknya bakal mengandalkan pompa air. Namun, tingginya muka air di wilayah hilir membuat proses penyedotan tidak berjalan optimal.
"Pompa, hanya pompa. Di hilir masih tinggi, jadi sulit. Jadi kita pompa, tidak ada cara lain untuk sekarang," tegas Farhan.