JFX Dorong Transparansi dan Penguatan Ekosistem Perdagangan Berjangka

Ilustrasi, Bursa Berjangka Jakarta. Foto: Antara/Andika Wahyu.

JFX Dorong Transparansi dan Penguatan Ekosistem Perdagangan Berjangka

Husen Miftahudin • 15 April 2026 18:54

Jakarta: Ketidakpastian geopolitik yang terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir telah mendorong volatilitas harga berbagai komoditas strategis, mulai dari energi hingga logam mulia. Kondisi ini memperkuat kebutuhan akan mekanisme perdagangan yang transparan serta instrumen lindung nilai yang mampu membantu pelaku pasar mengelola risiko secara lebih terukur.
 
Di tengah memanasnya situasi geopolitik, hal tersebut turut mendorong penguatan peran perdagangan berjangka sebagai bagian dari infrastruktur pasar yang mendukung pembentukan harga yang efisien serta memberikan kepastian bagi pelaku usaha dan investor dalam menghadapi dinamika global.
 
Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta (Jakarta Futures Exchange/JFX) Yazid Kanca Surya menyampaikan di tengah tekanan geopolitik dan fluktuasi harga komoditas, pelaku pasar semakin membutuhkan instrumen yang mampu memberikan perlindungan terhadap risiko sekaligus menjaga keberlanjutan usaha.
 
"Dalam kondisi pasar yang semakin tidak pasti, kebutuhan terhadap mekanisme lindung nilai menjadi semakin relevan. Perdagangan berjangka hadir sebagai instrumen yang transparan, terstandarisasi, dan mendukung pembentukan harga yang kredibel di pasar," ujar Yazid dalam keterangan tertulis, Rabu, 15 April 2026.
 
Sejalan dengan itu, JFX juga terus mendorong penguatan ekosistem perdagangan yang lebih transparan, terawasi, dan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi seluruh pelaku pasar.
 

Baca juga: DPR Diminta Evaluasi UU Bappebti untuk Lindungi Masyarakat


(Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta (JFX) Yazid Kanca Surya. Foto: Istimewa)
 

Kontribusi JFX terhadap perdagangan komoditas berjangka

 
Dari sisi kinerja, sejumlah produk unggulan JFX menunjukkan kontribusi signifikan terhadap aktivitas perdagangan. Pada sektor komoditas fisik, JFX menguasai lebih dari 95 persen pangsa pasar ekspor timah Indonesia, dengan nilai transaksi mencapai sekitar USD1,7 miliar pada 2025.
 
Sementara itu, pada perdagangan derivatif, kontrak olein (OLE01) mencatat kontribusi sebesar 38,7 persen dari total volume transaksi Exchange Traded Derivatives (ETD) JFX atau setara dengan 615.028 lot. Di sisi lain, kontrak Loco Gold juga mendominasi aktivitas transaksi OTC dengan porsi mencapai 85,2 persen dari total volume.
 
Selain komoditas, JFX juga memiliki produk berbasis efek global melalui skema PALN yang mencakup perdagangan saham dan ETF Amerika Serikat. Produk ini menjadi bagian dari diversifikasi instrumen yang tersedia di JFX, dengan tren transaksi yang terus menunjukkan pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir.
 
JFX juga mengembangkan perdagangan emas digital yang menggabungkan kemudahan transaksi berbasis digital dengan kepastian underlying emas fisik, sehingga memberikan keseimbangan antara aksesibilitas dan keamanan bagi investor.
 
Di sisi pengembangan, JFX terus menghadirkan inovasi untuk memperluas akses pasar. Salah satu yang sedang dipersiapkan adalah kontrak berukuran mikro dan nano pada komoditas seperti emas, perak, tembaga, dan energi, yang dirancang untuk meningkatkan
 
"JFX berkomitmen untuk terus memperkuat perannya sebagai penyedia infrastruktur pasar yang kredibel, mendorong transparansi, serta memperluas akses terhadap instrumen keuangan yang relevan bagi pelaku usaha maupun investor di Indonesia," tegas Yazid.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)