Hemat BBM, TNI AL Gunakan Drone dan KSOT untuk Patroli Laut

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

Hemat BBM, TNI AL Gunakan Drone dan KSOT untuk Patroli Laut

Achmad Zulfikar Fazli • 16 April 2026 11:58

Jakarta: Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengatakan institusinya akan memperkecil penggunaan bahan bakar minyak atau BBM dengan cara mengerahkan drone dan kapal selam otonomus (KSOT) untuk patroli laut. Hal tersebut dilakukan untuk mendukung peran kapal perang Republik Indonesia (KRI) yang selama ini berpatroli di wilayah laut Indonesia.

"Ke depan, kita akan mengedepankan juga penggunaan drone karena sangat efektif dan sangat efisien ya. Bahkan, nanti ke depan seperti KSOT (kapal selam otonomus) yang kalian mungkin tahu juga, itu juga akan kita gunakan untuk di bawah air," kata Ali dalam jumpa pers yang digelar di Mabes AL, Cilangkap, Jakarta Timur, dilansir dari Antara, Kamis, 16 April 2026.

Menurut Ali, TNI AL sangat mendukung upaya pemerintah dalam memperkecil penggunaan BBM. Dia berupaya agar penggunaan alat utama sistem senjata (alutsista) untuk patroli laut tidak mengendur karena adanya kebijakan efisiensi BBM.

Ali berupaya agar alutsista yang mengandalkan tenaga listrik, seperti drone dan KSOT, bisa dimanfaatkan dengan maksimal untuk menjaga kawasan laut Indonesia.

Selain menggunakan drone dan KSOT, TNI AL akan menggunakan bahan bakar jenis B50 untuk menjadi bahan bakar KRI.

"Ke depan akan menggunakan bahan bakar B50. B50 nah ini tentunya ada modifikasi dari permesinan yang ada di kapal nantinya," terang Ali.

Baca Juga: 

Lanal Mataram Perketat Pengamanan Pascapenemuan Benda Mirip Torpedo di Gili Trawangan

B50 merupakan bahan bakar nabati yang memiliki campuran 50 persen solar dan 50 persen minyak dari kelapa sawit (CPO). Ali menyampaikan penggunaan B50 dapat mengurangi ketergantungan TNI AL akan bahan bakar yang berasal dari minyak mentah.

Selain itu, penggunaan B50 dianggap mampu untuk mendukung operasional kapal yang memiliki mobilitas tinggi seperti patroli laut hingga misi pengiriman logistik atau pasukan.

Ali melanjutkan penggunaan bahan bakar jenis B50 akan dilakukan secara bertahap dalam waktu dekat.

"Untuk patroli sementara ini kita masih menggunakan kapal-kapal yang menggunakan bahan bakar B35 ya," kata Ali.

Dengan adanya upaya penggunaan bahan bakar jenis B50, Ali memastikan intensitas kapal dalam berpatroli di laut tidak akan berkurang di tengah masa efisiensi bahan bakar.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)