Ilustrasi aktivitas di luar angkasa. (Yeni Safak)
Singapura Perkuat Ambisi Antariksa Lewat Pembentukan National Space Agency
Willy Haryono • 2 February 2026 13:54
Singapura: Pemerintah Singapura akan membentuk National Space Agency of Singapore (NSAS) mulai 1 April mendatang. Pembentukan badan antariksa nasional tersebut diumumkan Menteri Energi serta Sains dan Teknologi Singapura Tan See Leng pada Senin, 2 Februari 2026.
Pengumuman disampaikan Tan dalam ajang perdana Space Summit. Ia menegaskan NSAS akan memberikan kepemimpinan strategis bagi Singapura dalam memanfaatkan peluang ekonomi antariksa yang terus berkembang, seiring meningkatnya peran teknologi luar angkasa dalam berbagai sektor.
“Bagi Singapura, perjalanan kami dalam teknologi antariksa telah dimulai sejak lebih dari 50 tahun lalu,” ujar Tan, yang juga menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja.
Tan menjelaskan, NSAS akan membantu Singapura memaksimalkan pemanfaatan teknologi antariksa untuk kebutuhan nasional dan regional, sekaligus menjaga keamanan aset antariksa di tengah lingkungan luar angkasa yang semakin padat dan kompetitif.
Saat ini, pemerintah Singapura mengoperasikan tiga satelit observasi Bumi bersama ST Engineering. Ke depan, Singapura juga akan membentuk pusat operasi lintas lembaga untuk mendukung penugasan satelit serta analisis data geospasial bagi berbagai instansi pemerintah.
Pengembangan tersebut ditujukan untuk mendukung sektor-sektor strategis, termasuk operasional pelabuhan, perencanaan kota, pemantauan lingkungan, ketahanan pangan, serta pengembangan konstelasi satelit di wilayah Sabuk Khatulistiwa.
Di bidang regulasi, NSAS akan menyusun undang-undang dan aturan sektor antariksa yang bersifat pro-inovasi dan pro-bisnis, namun tetap menjunjung tinggi aspek keselamatan serta keberlanjutan antariksa. Langkah ini melanjutkan pedoman aktivitas antariksa Singapura yang telah diterbitkan sejak 2024.
Pemerintah Singapura juga telah mengalokasikan lebih dari 200 juta dolar Singapura sejak 2022 untuk riset dan pengembangan teknologi antariksa, termasuk penginderaan jauh satelit, keberlanjutan antariksa, dan riset mikrogravitasi.
Tan menegaskan posisi Singapura sebagai pusat terpercaya di kawasan Asia Pasifik akan dimanfaatkan untuk menarik perusahaan teknologi antariksa global serta memperluas kerja sama internasional. “Teknologi antariksa adalah tulang punggung dunia yang saling terhubung,” ujarnya, dikutip dari Channel News Asia (CNA), Senin, 2 Februari 2026.
NSAS akan dipimpin oleh Ngiam Le Na sebagai direktur utama, dengan mandat menerjemahkan inovasi antariksa menjadi solusi nyata bagi perekonomian, masyarakat, dan tantangan global. (Keysa Qanita)
Baca juga: Mengenal Blue Origin, Penyedia Pariwisata Luar Angkasa Milik Miliarder Jeff Bezos