Kelompok Pertama Warga Palestina dari Mesir Tiba di Penyeberangan Rafah

Sejumlah warga berkumpul di titik Penyeberangan Rafah. (Anadolu Agency)

Kelompok Pertama Warga Palestina dari Mesir Tiba di Penyeberangan Rafah

Muhammad Reyhansyah • 2 February 2026 15:25

Rafah: Kelompok pertama warga Palestina yang kembali dari Mesir tiba di titik Penyeberangan Rafah pada Senin, 2 Februari 2026, dalam perjalanan menuju Jalur Gaza, demikian dilaporkan saluran televisi Al-Qahera News.

Mengutip Anadolu Agency, rombongan tersebut telah mencapai terminal perlintasan. Rekaman video menunjukkan warga Palestina berkumpul di area Rafah, meskipun mereka belum memasuki wilayah Gaza.

Sisi Palestina dari perlintasan Rafah mulai beroperasi secara uji coba pada Minggu, setelah ditutup sepenuhnya selama lebih dari 18 bulan akibat pembatasan oleh Israel. Media Israel melaporkan sekitar 50 warga Palestina diperkirakan akan memasuki Gaza, sementara sekitar 150 pasien beserta pendampingnya dijadwalkan meninggalkan wilayah tersebut untuk menjalani perawatan medis di Mesir.

Pejabat kesehatan di Gaza memperkirakan hampir 22.000 pasien masih menunggu pembukaan penuh perlintasan Rafah agar dapat memperoleh akses perawatan medis di luar wilayah itu.

Israel telah menguasai sisi Palestina perlintasan Rafah sejak Mei 2024, sebagai bagian dari rangkaian operasi militernya di Gaza yang dimulai pada Oktober 2023.

Selama gencatan senjata pada Januari 2025, Israel sempat membuka kembali penyeberangan Rafah secara terbatas untuk memungkinkan pasien dan warga Palestina yang terluka keluar dari Gaza guna mendapatkan perawatan di luar negeri.

Namun, penyeberangan tersebut kembali ditutup setelah operasi militer dilanjutkan pada Maret.

Israel sejatinya diwajibkan membuka kembali perlintasan Rafah pada fase pertama perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku pada Oktober 2025. Namun, kewajiban tersebut dilaporkan tidak dijalankan.

Dengan dukungan Amerika Serikat, operasi militer Israel di Gaza telah menewaskan sekitar 72.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 171.000 orang, yang sebagian besar merupakan perempuan dan anak-anak, serta menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur sipil.

Israel juga dilaporkan melakukan pelanggaran gencatan senjata hampir setiap hari, yang mengakibatkan sedikitnya 523 warga Palestina tewas, serta menghambat masuknya bantuan kemanusiaan sesuai kesepakatan. Sekitar 2,4 juta penduduk Gaza kini menghadapi kondisi kemanusiaan yang sangat berat.

Baca juga:  Perbatasan Rafah Mulai Dibuka, Harapan Baru bagi Pasien Medis di Gaza

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)