Kasus Fasilitas Mewah, Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Dinonaktifkan

Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto: Istimewa.

Kasus Fasilitas Mewah, Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Dinonaktifkan

Gabriella Thesa Widiari • 26 September 2026 16:12

Jakarta: Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) menonaktifkan lima pejabat struktural Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Langkah ini menyusul temuan fasilitas mewah dari Ombudsman.

"Kami menonaktifkan lima pejabat struktural yang diduga, ya, bertanggung jawab terkait peristiwa yang ditemukan oleh Ombudsman," ujar Inspektur Jenderal Kementerian Imipas Rudi Setiawan dalam konferensi pers, Sabtu, 26 September 2026.

Ia membeberkan lima pejabat yang dinonaktifkan adalah Kepala Lapas (Kalapas), KPLP, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik (Kasi Binadik), Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Kamtib), dan Kepala Urusan Umum.

"Kepala Urusan Umum yang membidangi barang-barang milik negara. Fasilitas-fasilitas ini, beliaulah yang mengurusi," kata Rudi.

Ia mengatakan, kelima pejabat tersebut akan langsung diperiksa terkait temuan fasilitas mewah yang ada di Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor, Jawa Barat.

"Kami akan nonaktifkan dan akan kami lakukan pemeriksaan. Bagaimana peristiwa atau kondisi yang terjadi sampai ditemukan dan sampai hari ini," kata Rudi.


Irjen Kementerian Imipas Rudi Setiawan. Foto: Metro TV. 

Sebelumnya, Ombudsman mengungkapkan temuan fasilitas mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor. Diduga fasilitas tersebut diperuntukan bagi warga binaan.

Saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Lapas Cibinong, Ombudsman menemukan lebih dari 10 kamar dengan fasilitas berbeda dari blok hunian pada umumnya, serta sejumlah orang yang diduga warga binaan berada secara terpisah.

Dalam sidak itu, Ombudsman menemukan empat bangunan dengan fasilitas mirip apartemen di dekat rumah dinas Kalapas yang berada di luar blok hunian warga binaan. Tim Ombudsman juga menemukan permukiman lain di bagian belakang lapas yang disebut menyerupai vila dan dihuni warga binaan.

Bangunan-bangunan tersebut dilengkapi dengan ruang tamu, kamar, dapur, televisi, AC, serta perlengkapan rumah tangga, seperti kulkas yang bahkan berisi minuman keras.

(Gabriella Thesa Widiari)