Ilustrasi, bitcoin. Foto: theguardian.com
Harga Bitcoin Tembus USD87 RIbu, Investor Diminta Waspadai FOMO
Husen Miftahudin • 22 September 2026 23:15
Jakarta: Harga Bitcoin (BTC) sempat menembus level USD87 ribu pada perdagangan awal pekan ini. Data CoinMarketCap menunjukkan harga bitcoin mencapai USD87.200 sebelum kembali bergerak di kisaran USD85 ribu sampai USD86 ribu pada Selasa, 22 September 2026.
Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian menilai penguatan bitcoin didorong sejumlah faktor yang terjadi secara bersamaan, mulai dari masuknya dana institusional, membaiknya sentimen pasar, hingga perkembangan regulasi aset digital di Amerika Serikat.
"Pergerakan bitcoin kali ini tidak hanya didorong oleh satu faktor. Minat investor institusional kembali menguat, serta sentimen terhadap aset digital juga membaik. Selain itu, perkembangan regulasi di Amerika Serikat turut memperbaiki sentimen terhadap ekosistem aset digital secara lebih luas dan turut mendorong harga bitcoin," ungkap Aloysia dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 22 September 2026.
Salah satu faktor yang disebut mendorong penguatan bitcoin ialah arus dana institusional. Berdasarkan SoSoValue, ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat net inflow sekitar USD1,591 miliar pada 17-21 September 2026.
Sentimen tersebut juga terlihat dari Strategy yang membeli 950 BTC senilai sekitar USD75,7 juta pada 14-20 September. Dengan transaksi tersebut, total kepemilikan Bitcoin Strategy mencapai sekitar 846 ribu BTC atau senilai USD63,8 miliar.
Regulasi aset digital AS jadi perhatian
Sentimen pasar juga mendapat dukungan dari perkembangan regulasi aset digital di Amerika Serikat. Securities and Exchange Commission (SEC) menerbitkan kebijakan sementara yang membuka ruang lebih luas bagi perdagangan saham yang ditokenisasi melalui teknologi blockchain.
Kebijakan tersebut tidak berkaitan langsung dengan bitcoin. Namun, perkembangan itu dinilai memperkuat persepsi mengenai semakin luasnya penggunaan teknologi blockchain dalam sistem keuangan tradisional.
Dari sisi makroekonomi, membaiknya selera risiko di pasar global turut memberikan sentimen positif terhadap bitcoin. Penurunan harga minyak berpotensi meredakan tekanan inflasi. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat mendukung sentimen terhadap aset berisiko, termasuk bitcoin.
Meski demikian, investor tetap diimbau mewaspadai dinamika ekonomi global dan kebijakan suku bunga yang dapat memengaruhi pergerakan pasar selanjutnya.

(Infografis perjalanan bitcoin menembus level USD87 ribu. Foto: dok Indodax)
Investor diminta tak terjebak FOMO
Aloysia mengatakan penguatan bitcoin dapat menjadi momentum bagi investor untuk memahami dinamika pasar, bukan sekadar mengikuti pergerakan harga.
"Saat harga bitcoin bergerak positif, investor sebaiknya tidak hanya melihat momentumnya, tetapi juga memahami konteks di balik pergerakan tersebut. Tetap lakukan riset mandiri dan tidak mengambil keputusan hanya karena harga sedang naik atau karena Fear of Missing Out (FOMO)," tambah dia.
Indodax juga mengingatkan investor dan trader agar tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan momentum harga jangka pendek. Penguatan harga yang tajam dapat berjalan beriringan dengan volatilitas tinggi.
Karena itu, investor perlu memahami manajemen risiko, mengelola posisi secara disiplin, serta melakukan Do Your Own Research (DYOR) sebelum melakukan transaksi.