Bupati dan Wali Kota se-Aceh Diminta Siaga Hadapi Bencana

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem). Foto: Istimewa

Bupati dan Wali Kota se-Aceh Diminta Siaga Hadapi Bencana

Fajri Fatmawati • 22 September 2026 16:11

Banda Aceh: Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) meminta seluruh bupati dan wali kota se-Aceh meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Hal ini menyusul prediksi peningkatan intensitas curah hujan dalam tiga bulan ke depan.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan langkah terpadu perlu dilakukan pemerintah kabupaten/kota untuk mengantisipasi dampak peningkatan curah hujan yang diprediksi terjadi pada Oktober hingga Desember 2026. 

“Langkah itu perlu dilakukan untuk mengantisipasi dampak dari peningkatan intensitas curah hujan yang akan terjadi selama kurun waktu tiga bulan ke depan,” kata Nurlis di Banda Aceh, Selasa, 22 September 2026.


Menurut Nurlis, imbauan tersebut mengacu pada prediksi curah hujan BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II Aceh. Sejumlah wilayah Aceh diprediksi mengalami curah hujan intensitas menengah hingga tinggi pada Oktober-Desember 2026.

Imbauan tersebut telah disampaikan kepada seluruh bupati dan wali kota melalui surat Gubernur Aceh Nomor 300.2/11114 tertanggal 14 September 2026. Surat yang ditandatangani Plt Sekda Aceh Taufik atas nama Gubernur Aceh itu berisi arahan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak cuaca dan curah hujan.

BMKG merekomendasikan langkah antisipasi sesuai kondisi masing-masing wilayah. Daerah yang diprediksi mengalami curah hujan rendah diminta menghemat dan mengonservasi air, membangun biopori, sumur resapan, dan embung, menggunakan varietas tanaman tahan kering, serta meningkatkan pencegahan karhutla.

Sementara itu, wilayah yang diprediksi mengalami curah hujan tinggi hingga sangat tinggi diminta memperkuat kebersihan lingkungan dan drainase melalui gotong royong. Warga juga diimbau menyiapkan Tas Siaga Bencana, memastikan keamanan instalasi listrik dan aset, serta memantau peringatan dini BMKG untuk mengantisipasi evakuasi.


Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem). Foto: Istimewa


Sebelumnya, Mualem telah mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah agar mewaspadai potensi banjir, longsor dan bencana lainnya selama musim hujan. Kondisi tanah di sejumlah kawasan yang sebelumnya terdampak bencana hidrometeorologi masih berpotensi labil. 

"Pak Gubernur menyampaikan bahwa bencana hidrometeorologi yang terjadi setahun lalu membuat tanah di kawasan bencana belum kokoh dan labil. Pak Gubernur menyampaikannya setelah mendapat laporan mengenai musibah tanah longsor di tiga kabupaten,” jelas Nurlis.

Mualem juga meminta sinergi pemerintah kabupaten/kota, Forkopimda, TNI, Polri, instansi terkait serta perguruan tinggi untuk memperkuat kesiapsiagaan dan mempercepat respons jika terjadi bencana, dengan keselamatan masyarakat sebagai prioritas.

(Silvana Febiari)