Bupati Pandeglang, Dewi Setiani memberikan keterangan resmi terkait upaya pemetintah dalam upaya pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Pandeglang, Banten, Kamis, 24 September 2026. (ANTARA/Azmi Samsul M)
Pemkab Pandeglang Upayakan Pencarian Lanjutan Dua Kru Kapal Jurnalis Hilang
Silvana Febiari • 24 September 2026 12:22
Pandeglang: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang, Banten, terus berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk mengupayakan pencarian lanjutan terhadap dua warganya, Warta (kapten kapal) dan Heriyanto (pemandu). Keduanya merupakan bagian dari rombongan jurnalis yang hilang kontak di Selat Sunda pada 7 September 2026.
Bupati Pandeglang Dewi Setiani mengatakan pihak pemerintah daerah (pemda) tetap menghormati seluruh keputusan yang telah diambil unsur SAR gabungan, termasuk Basarnas, TNI, dan Polri, dalam penanganan musibah ini.
"Terkait dengan hal tersebut, kami pemerintah daerah mempunyai juga tanggung jawab dan kewenangan tersendiri, tapi kami menghormati semua keputusan yang sudah diambil oleh pihak-pihak dari Basarnas, TNI, Polri," ujar Dewi, dilansir dari Antara, Kamis, 24 September 2026.
Baca Juga :
Pemkab Pandeglang akan terus mengupayakan pencarian lanjutan setelah ditemukannya Sukarman (60), salah satu kru KM Arupadatu I. Jenazah Sukarman ditemukan di perairan Pulau Enggano, Bengkulu.
"Pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan dan membuka ruang koordinasi lanjutan bersama tim penyelamat demi memenuhi harapan keluarga korban," ucapnya.
Dewi juga menyampaikan rasa duka mendalam serta apresiasi jajaran kepolisian yang telah membantu proses pemulangan jenazah hingga tiba di daerah asal.
"Kami atas nama pemerintah daerah dan masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Polda Bengkulu dan juga Polda Banten yang sudah memfasilitasi kepulangan warga kami. Semoga keluarga diberikan ketabahan dan keikhlasan," tuturnya.
Pemkab Pandeglang memastikan akan mendampingi prosesi pemulangan jenazah almarhum Sukarman secara penuh hingga ke tempat peristirahatan terakhir."Kami akan mengantarkan sampai prosesi dishalatkan dan juga dimakamkan," ungkap dia.
.jpg)
Peta wilayah sasaran penyisiran dalan operasi SAR hari ke-10 rombongan jurnalis - kru kapal cepat KM Arupadatu I yang hilang kontak di Selat Sunda. ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo
Sebelumnya, Polda Banten mengungkapkan hasil pencocokan DNA jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, identik dengan Surakman atau Sukarman (60). Sukarman merupakan salah satu kru KM Arupadatu I yang membawa rombongan jurnalis dan hilang kontak di Selat Sunda.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan kepastian identitas tersebut diperoleh setelah tim Disaster Victim Investigation (DVI) Pusdokkes Polri melakukan pemeriksaan dan pencocokan data DNA secara mendalam.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan DNA operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, secara genetik dengan kode PM/62/P.Enggano/01, teridentifikasi sebagai Sukarman, ABK kapal yang merupakan ayah biologis dari Yayat (anak)," jelasnya.
Identifikasi jenazah bermula dari operasi SAR terhadap delapan orang yang terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru KM Arupadatu I. Kapal tersebut hilang kontak setelah bertolak dari Dermaga Pagedongan Carita, Pandeglang, pukul 14.00 WIB untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Setelah 10 hari pencarian intensif, titik terang muncul pada hari kelima, Sabtu, 12 September 2026. Polisi di Bengkulu menemukan jenazah laki-laki tanpa identitas di Perairan Sawang Bengkok, Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano.
Dokkes Polda Banten kemudian berkoordinasi dengan Polda Bengkulu untuk mengamankan dan mengevakuasi jenazah menggunakan pesawat Cessna ke RS Bhayangkara Polda Bengkulu untuk proses identifikasi lanjutan.
"Bidang Dokkes Polda Banten kemudian mengirimkan data antemortem dan postmortem dari kedelapan keluarga korban hilang kontak. Tim DVI bersama Kasubbid Dokkes Polri melakukan pencocokan data primer yang meliputi sidik jari, gigi, hingga tes DNA," terang dia.