Tim SAR gabungan mengevakuasi dua jasad yang baru ditemukan untuk dinaikkan ke Helikopter HR 3601 pada operasi SAR hari kesembilan kecelakaan KM Virgo Transport 8. ANTARA/HO-Basarnas
Pencarian Korban KM Virgo Transport 8 Diperluas ke Pesisir Jawa dan Kalimantan
Silvana Febiari • 22 September 2026 19:41
Banjarmasin: Basarnas dan tim gabungan menyebarluaskan informasi kepada masyarakat pesisir di Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan sekitar Pulau Jawa. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat laporan jika masyarakat menemukan korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang masih dalam pencarian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana selaku SAR Mission Coordinator mengatakan penyebarluasan informasi kepada masyarakat pesisir menjadi salah satu upaya pencarian dan pertolongan (SAR) di tengah upaya petugas gabungan melakukan pencarian di bangkai kapal yang tenggelam di Laut Jawa.
“Informasi telah disebarluaskan di wilayah pesisir mulai dari Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Barat, sedangkan di Pulau Jawa penyebarluasan dilakukan dari Surabaya hingga Semarang, Jawa Tengah,” kata Putu, dilansir dari Antara, Selasa, 22 September 2026.
Selain masyarakat pesisir, Basarnas juga menyampaikan informasi kepada kapal-kapal melalui e-broadcast dan maklumat pelayaran. Tujuannya agar pihak yang menemukan korban segera melapor kepada tim SAR sehingga proses evakuasi dapat dipercepat.
Upaya tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan informasi pencarian sehingga temuan korban di wilayah yang berada di luar area operasi utama dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti tim SAR.

Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana selaku SAR Mission Coordinator memberikan keterangan pada hari ke-10 operasi SAR kecelakaan KM Virgo Transport 8, di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. (ANTARA/Tumpal Andani Aritonang)
Terkait operasi SAR hari ke-10 di lokasi kecelakaan, Putu menyampaikan kondisi cuaca pada Selasa sore mulai mengalami peningkatan gelombang sejak pukul 14.00 WITA hingga sore hari. Tinggi gelombang sekitar 2 hingga 2,5 meter.
“Pagi hari tim penyelam gabungan berhasil menemukan tiga korban meninggal. Namun, untuk penyelaman pada sortie sore hanya dilaksanakan satu kali dengan hasil masih nihil. Kita berharap pencarian berikutnya dapat memberikan hasil lebih baik,” ujar Putu.
Putu menanggapi kekhawatiran terkait bagian tubuh korban yang berisiko terbawa arus setelah penyelam memecahkan kaca di beberapa bagian kapal. Ia menjelaskan korban berada di dalam ruangan dengan arus yang relatif tenang, sehingga tidak akan terbawa arus bawah laut.