Foto: Dok Kemenkopolkam
Kemenko Polkam Perkuat Pengamanan Penerbangan dan Fasilitas Publik di Papua
Lukman Diah Sari • 20 February 2026 22:09
Jakarta: Pemerintah memperkuat sinergi pengamanan penerbangan dan fasilitas publik di Papua menyusul insiden penembakan pesawat Cessna Grand Caravan PK-SNR milik PT Smart Cakrawala Aviation pada rute Tanah Merah–Danawage/Koroway Batu. Insiden tersebut berdampak pada penutupan sementara 11 bandara di Papua dan terganggunya sejumlah layanan publik, termasuk fasilitas kesehatan.
Merespons hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago melalui Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa, Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhono, menegaskan pemerintah memperkuat pengamanan di tanah Papua dan tidak akan mundur. Hal itu disampaikan dalam rapat koordinasi bertema “Ancaman terhadap Keamanan Udara Nasional dan Fasilitas Umum di Wilayah Papua” yang digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta.
"Negara tidak akan mundur dalam menjaga kedaulatan dan keselamatan rakyat, termasuk di Papua," ujar Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago melalui Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa, Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhono, dalam rilis diterima Metrotvnews.com, Jumat, 20 Februari 2026.

Foto: Dok Kemenkopolkam
Pemerintah, kata dia, telah mengambil langkah cepat, terukur, dan terkoordinasi dengan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan penerbangan di Papua. Penutupan sementara sejumlah bandara dilakukan sebagai langkah preventif guna memastikan keselamatan awak pesawat dan masyarakat, sekaligus memberi ruang bagi penguatan pengamanan oleh aparat TNI dan Polri.
Menko Polkam menegaskan bahwa segala bentuk gangguan terhadap objek vital nasional, termasuk bandara dan fasilitas layanan publik, merupakan ancaman terhadap keselamatan rakyat dan tidak akan ditoleransi. Aparat keamanan disebut akan bertindak tegas terhadap setiap pelaku sesuai hukum yang berlaku.
Rapat koordinasi yang dihadiri perwakilan Kementerian Perhubungan, TNI, Polri, Kementerian Kesehatan, BIN, serta pemerintah daerah itu menghasilkan keputusan untuk membuka kembali Bandara Koroway Batu, Bandara Beoga, dan Bandara Iwur secara bertahap setelah pengamanan dinyatakan memadai. Langkah tersebut diambil untuk memastikan konektivitas tetap terjaga, distribusi logistik berjalan lancar, serta pelayanan publik kepada masyarakat Papua tidak terputus.
Purwito menegaskan negara hadir untuk memastikan Papua tetap aman dan kondusif. Stabilitas keamanan di Papua dinilai menjadi prasyarat utama bagi terselenggaranya pelayanan masyarakat, keberlanjutan pembangunan, penguatan konektivitas, serta terjaganya keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.