Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Yassirle didampingi Pimpinan Panasonic Gobel, Rachmat Gobel meresmikan Ebu Center. Foto: Istimewa.
Di Hadapan Menaker, Rachmat Gobel Sebut Industri Jadi Benteng Pertahanan Ekonomi Bangsa
Gabriella Thesa Widiari • 20 May 2026 10:29
Jakarta: Pimpinan Panasonic Gobel, Rachmat Gobel, menekankan pentingnya mendefinisikan ulang peran industri nasional di tengah gejolak ekonomi global. Menurutnya, dalam situasi penuh tantangan seperti sekarang, industri manufaktur memiliki fungsi strategis yang jauh lebih besar dari sekadar tempat memproduksi barang.
Hal itu disampaikan saat menghadiri apel besar 17an di Panasonic Gobel Group, Jakarta. Apel tersebut juga turut dihadiri oleh Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Yassirle.
"Dalam situasi damai, industri adalah industri kesejahteraan yang menciptakan lapangan kerja dan kesejahteraan rakyat. Namun dalam kondisi darurat seperti sekarang, industri juga harus berfungsi sebagai industri pertahanan yang menjaga ketahanan ekonomi bangsa," kata Gobel, dalam keterangan tertulis, Rabu, 20 Mei 2026.
Dalam pidatonya, Gobel menyampaikan aspirasi pelaku industri di tengah tekanan ekonomi global. Ia meminta pemerintah memberikan perhatian serius terhadap kondisi ekonomi Indonesia yang sedang menghadapi tantangan berat di tengah dinamika geopolitik dunia.
"Indonesia adalah pasar yang sangat besar. Ini adalah keunggulan yang tidak dimiliki banyak negara Asia lainnya. Semestinya pemerintah lebih fokus melindungi pasar dalam negeri sebagai insentif utama bagi industri nasional,” ujarnya.
Lebih lanjut, di hadapan Menaker, menyoroti maraknya impor ilegal, ditambah lagi dengan dibukanya keran impor resmi untuk produk-produk seperti tekstil, handicraft, dan mebel. Khusus untuk barang elektronik, dia meminta pemerintah untuk menghentikan impor.
"Kalau barang elektronik sudah diproduksi di Indonesia, jangan diimpor lagi, pak. Cukup itu yang saya minta," kata Gobel.
Dia menegaskan, hal ini bukan untuk kepentingan pribadinya. Melainkan murni untuk menjaga semangat seluruh pelaku industri di Tanah Air.
"Kita harus jaga semangat mereka agar tetap optimis dan produktif meski menghadapi tekanan global yang berat," kata Gobel.

Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Yassirle dan Pimpinan Panasonic Gobel, Rachmat Gobel. Foto: Istimewa
Dalam kesempatan itu, Menaker Yassirle juga meresmikan Ebu Center yang merupakan pusat studi yang mendokumentasikan nilai-nilai perusahaan yang yang diajarkan Konosuke Matsushita dan Thayeb M Gobel. Adapun Matsushita adalah pendiri Panasonic dan Gobel adalah pendiri Gobel Group. Dua tokoh ini melakukan kerja sama dengan mendirikan Panasonic Gobel Group.
Matsushita terkenal dengan Filosofi Air Mengalir, sedangkan Gobel terkenal dengan Filosofi Pohon Pisang. Air mengajarkan tentang memberi kehidupan, sedangkan pohon pisang mengajarkan manfaat bagi kehidupan.