Penyandang disabilitas. Foto: Freepik
Kesadaran terkait Hidden Disabilities Ditingkatkan lewat Kartu
M Sholahadhin Azhar • 8 June 2026 23:22
Jakarta: Masyarakat kerap tidak mengenali hidden disabilities, atau penyandang disabilitas yang tak terlihat. Kesadaran terkait hal itu ditingkatkan lewat kartu.
"Kami meluncurkan inisiatif Kartu Biru dengan tujuan agar masyarakat di lingkungan sekitar mereka dapat lebih memahami kondisi yang mereka miliki," kata Direktur Sunny Kids Christina Onasis, dalam keterangan yang dikutip Senin, 8 Juni 2026.
Hal itu diungkap Christina, terkait penyandang disabilitas seperti autisme, ADHD, dan gangguan tumbuh kembang lainnya. Kartu Biru yang digagas pihaknya, membantu pemahaman dan dukungan dari lingkungan sekitar.
Kartu BIRU, berbentuk identitas lanyard berwarna biru yang dirancang untuk membantu penyandang disabilitas tidak terlihat, agar mendapatkan pemahaman yang lebih baik saat beraktivitas di ruang publik.
"Kartu Biru bukan hanya sekedar karena kartunya berwarna biru, namun BIRU merupakan singkatan dari Bantuan Inklusif di Ruang Umum," kata Christina.
Biru menampilkan simbol hati berwarna putih sebagai representasi empati dan kepedulian, serta simbol "X" yang melambangkan kondisi yang tidak terlihat namun nyata dan memerlukan perhatian khusus. Warna biru dipilih karena merepresentasikan ketenangan, rasa aman, dan kepercayaan. Bagian belakang dari BIRU juga terdapat nama anak, kontak darurat dan juga kondisi dari anak tersebut.
“Berbeda dengan disabilitas fisik yang umumnya mudah dikenali, penyandang hidden disabilities sering kali menghadapi tantangan karena kondisi mereka tidak terlihat secara langsung," kata Christina.
Menurut dia, tidak jarang anak dengan autisme atau gangguan sensori dianggap nakal saat mengalami sensory overload di tempat umum. Atau, kata Christina, individu dengan ADHD dapat dinilai tidak disiplin. Padahal, mereka tengah mengalami gangguan kecemasan sering kali dianggap berlebihan atau tidak kooperatif.
"Saya tegaskan juga bahwa tujuan utama dari BIRU bukan untuk mendapatkan perlakuan istimewa, melainkan membangun kesadaran bahwa setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda," kata Christina.
.jpeg)
Lanyard biru untuk pengenalan penyandang difabel tersembunyi. Foto: Istimewa
Sebagai bagian dari gerakan inklusivitas ini, pihaknya aktif mengajak berbagai pihak untuk berpartisipasi, termasuk operator transportasi, maskapai penerbangan, pusat perbelanjaan, fasilitas publik, institusi pendidikan, hingga perusahaan swasta. Pihaknya berharap Indonesia dapat memiliki lebih banyak ruang publik yang ramah terhadap penyandang hidden disabilities.
"Kami percaya bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana. Terkadang yang dibutuhkan bukan bantuan yang rumit, melainkan pemahaman, kesabaran, dan empati. BIRU adalah simbol kecil untuk mengingatkan kita bahwa tidak semua tantangan dapat terlihat oleh mata," kata Christina.