Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu Rokhmad menyalami Kepala KUA yang baru dilantik di Kantor Kemenag, Jakarta, Kamis (4/6/2026). ANTARA/HO-Kemenag
Tingkatkan Pelayanan, 15 Perempuan Diberi Amanah Jadi Kepala KUA
Achmad Zulfikar Fazli • 4 June 2026 22:09
Jakarta: Kementerian Agama (Kemenag) mencatatkan sejarah dalam transformasi kelembagaan dengan melantik 15 perempuan dari unsur Penyuluh Agama Islam sebagai kepala Kantor Urusan Agama (KUA). Dengan pelantikan ini, Kemenag berharap pelayanan di KUA dapat ditingkatkan.
“Dengan kesempatan yang sama bagi penghulu dan penyuluh agama Islam, diharapkan seluruh fungsi KUA dapat terlaksana maksimal dan seluruh jenis layanan KUA dapat disediakan secara proporsional,” ujar Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, di Jakarta, dilansir dari Antara, Kamis, 4 Juni 2026.
Pelantikan kepala KUA ini menjadi bagian dari implementasi Peraturan Menteri Agama Nomor 24 Tahun 2024 dan KMA Nomor 1644 Tahun 2025 yang membuka kesempatan bagi Penyuluh Agama Islam untuk menduduki jabatan Kepala KUA.
Abu mengatakan pelantikan tersebut juga menandai era baru kepemimpinan KUA yang lebih inklusif dan berorientasi pada penguatan layanan keagamaan. Menurut dia, kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh fungsi KUA dapat dijalankan secara optimal sesuai kebutuhan masyarakat.
Dia menjelaskan transformasi KUA tidak hanya menyangkut perubahan struktur kelembagaan, tetapi juga penguatan kualitas pelayanan. Oleh karena itu, Kementerian Agama memberikan ruang yang sama bagi pejabat fungsional penghulu maupun penyuluh agama Islam untuk berkontribusi memimpin KUA.
“Hal ini juga sejalan dengan visi Menteri Agama Nasaruddin Umar yang menempatkan KUA sebagai garda terdepan layanan keagamaan,” kata dia.

Kementerian Agama (Kemenag) mencatatkan sejarah dalam transformasi kelembagaan dengan melantik 15 perempuan dari unsur Penyuluh Agama Islam sebagai kepala Kantor Urusan Agama (KUA). Dok. Istimewa
Baca Juga:
Menag: Pesantren Harus Jadi Ruang Paling Aman Anak |
Menurut Abu, kehadiran perempuan dalam kepemimpinan KUA menjadi bagian penting dari penguatan layanan yang semakin dekat dengan masyarakat. Pengalaman panjang para penyuluh perempuan dalam mendampingi keluarga, majelis taklim, dan komunitas keagamaan dinilai menjadi modal berharga dalam mengembangkan layanan KUA yang lebih responsif.
Dia menambahkan KUA tidak lagi dipahami hanya sebagai tempat pencatatan pernikahan. KUA telah berkembang menjadi pusat layanan keagamaan yang mencakup pembinaan keluarga, bimbingan perkawinan, kemasjidan, zakat dan wakaf, hisab rukyat, hingga penguatan kehidupan keagamaan masyarakat.
“Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Kepala KUA saat ini akan menjadi momentum bersejarah tentang era baru KUA sebagai pusat layanan keagamaan,” kata Abu.
Sebelumnya, Kementerian Agama melantik 258 kepala KUA yang digelar secara daring dan luring. Dari total 258 Kepala KUA yang dilantik terdapat 15 perempuan yang berasal dari jabatan fungsional Penyuluh Agama Islam.