Bandara Internasional Kuwait Ditutup Sementara akibat Serangan Iran

Bandara Internasional Kuwait menghentikan sementara operasi lepas landas dan pendaratan. (Anadolu Agency)

Bandara Internasional Kuwait Ditutup Sementara akibat Serangan Iran

Willy Haryono • 18 July 2026 15:37

Kuwait City: Operasi lepas landas dan pendaratan di Bandara Internasional Kuwait dihentikan sementara pada Sabtu, 18 Juli 2026, menyusul memburuknya situasi keamanan setelah serangan Iran terhadap negara tersebut.

Maskapai nasional Kuwait Airways menyatakan sebagian besar penerbangannya terpaksa dijadwal ulang sebagai dampak dari penghentian sementara operasional bandara.

Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita pemerintah KUNA, Kuwait Airways menyebut langkah tersebut diambil setelah terjadinya apa yang disebut sebagai "agresi Iran."

"Sebagian besar penerbangan telah dijadwal ulang akibat penghentian sementara operasi lepas landas dan pendaratan di Bandara Internasional Kuwait sebagai dampak dari agresi Iran," demikian pernyataan maskapai tersebut.

Kuwait Airways juga mengimbau para penumpang untuk terus memantau status penerbangan mereka guna memperoleh informasi terbaru mengenai perubahan jadwal.

Hingga saat ini belum ada keterangan mengenai kapan operasional bandara akan kembali normal.

Ketegangan Regional Meningkat

Penangguhan operasional bandara terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran dan Teheran membalas dengan serangan ke sejumlah negara di kawasan yang menjadi lokasi penempatan aset militer AS, termasuk Kuwait.

Dalam beberapa jam sebelumnya, pemerintah Kuwait juga melaporkan terjadinya kebakaran pada salah satu komponen fasilitas pembangkit listrik dan desalinasi air setelah serangan Iran, sehingga otoritas mengaktifkan rencana tanggap darurat untuk menjaga stabilitas pasokan listrik.

Eskalasi terbaru berlangsung meskipun Amerika Serikat dan Iran sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan pada Juni lalu sebagai upaya mengakhiri perang dan mencapai kesepakatan damai jangka panjang.

Namun, dalam beberapa hari terakhir kedua negara kembali saling melancarkan serangan, terutama di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Selat Hormuz.

Baca juga:  Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Kuwait Terbakar usai Serangan Iran

(Willy Haryono)