Sentimen Positif Menguat di Tengah Redanya Geopolitik, Kadin: Ekonomi RI Terjaga di 5%

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie. Foto: Metrotvnews.com/Kautsar Widya Prabowo.

Sentimen Positif Menguat di Tengah Redanya Geopolitik, Kadin: Ekonomi RI Terjaga di 5%

Husen Miftahudin • 17 July 2026 11:51

Jakarta: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai mulai meredanya tekanan geopolitik global turut diikuti membaiknya sentimen terhadap Indonesia. Meski demikian, dunia usaha masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari nilai tukar rupiah, kepastian regulasi, hingga daya beli masyarakat.
 
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengatakan kondisi tersebut tercermin dalam hasil Kadin Business Pulse kuartal II 2026, survei yang diterbitkan secara berkala untuk memotret kondisi dunia usaha sekaligus menjadi masukan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan ekonomi. Sepanjang kuartal II 2026, dunia usaha juga menghadapi ketidakpastian akibat konflik di Timur Tengah serta kenaikan biaya energi.
 
Anindya mengatakan Indonesia saat ini memasuki fase transformasi ekonomi dari yang berbasis sumber daya alam menuju ekonomi berbasis sumber daya manusia (SDM).
 
"Indonesia sedang bertransformasi dari natural resources based menjadi human resources based. Dalam setiap transisi tentu ada tantangan, sehingga kita harus menyiapkan peningkatan kualitas SDM," kata Anindya seperti dikutip dari Antara, Jumat, 17 Juli 2026.
 
Menurut dia, peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung keberhasilan transformasi ekonomi nasional.
 
Anindya, yang akrab disapa Anin, menjelaskan Business Pulse berfungsi sebagai dashboard bagi pelaku usaha untuk memantau berbagai indikator ekonomi. Survei tersebut mencakup penilaian terhadap kondisi bisnis, regulasi, birokrasi, kebijakan pemerintah, hingga daya beli masyarakat. Responden berasal dari berbagai skala usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga perusahaan besar.
 
Anin menilai perhatian investor global terhadap Indonesia kini tidak lagi semata-mata tertuju pada besarnya potensi ekonomi nasional, melainkan pada kemampuan pemerintah dalam merealisasikan berbagai kebijakan.
 
Menurutnya, kondisi tersebut mendorong Kadin untuk lebih aktif menjalin komunikasi dengan pelaku usaha di berbagai daerah sekaligus menyampaikan informasi serta advokasi kebijakan.
 



(Ilustrasi. Foto: Medcom.id)
 

Ekonomi Indonesia tetap kuat dan terjaga di level 5%

 
Di tengah tantangan global, Anin menilai fundamental ekonomi Indonesia masih terjaga. Ia optimistis pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026 tetap terjaga di kisaran 5 persen.
 
"Inflasi juga terjaga dan rasio utang terhadap PDB merupakan salah satu yang terbaik di G20," ujar Anin.
 
Sementara itu, Anin menilai dunia usaha perlu menyesuaikan diri dengan tatanan ekonomi global yang baru (new equilibrium). Ia mengingatkan pelaku usaha untuk tetap realistis dalam menghadapi perubahan kondisi global, tanpa kehilangan optimisme.
 
"Ini adalah equilibrium baru. Kita tentu menginginkan rupiah menguat dan suku bunga turun, tetapi kita juga harus melihat kondisi apa adanya dengan kepala dingin. Biasanya setelah satu hingga tiga tahun, ketika kepercayaan kembali, situasi akan berbalik arah," kata dia.
 
Untuk menghadapi tantangan tersebut, Kadin mendorong pelaku usaha meningkatkan efisiensi, mempercepat adopsi teknologi, mempertahankan lapangan kerja, serta memperluas pasar ekspor melalui pemanfaatan berbagai perjanjian perdagangan internasional.

(Husen Miftahudin)