Ilustrasi: via International Citizens Insurance
7 Negara Tersehat di Dunia, Apa Rahasianya?
Riza Aslam Khaeron • 17 January 2026 17:32
Jakarta: Kesehatan kerap dijadikan tolok ukur kesejahteraan karena berkaitan langsung dengan kualitas hidup, produktivitas, dan ketahanan sosial.
Dalam praktiknya, capaian kesehatan suatu negara tidak hanya ditentukan oleh pilihan individu, tetapi juga oleh lingkungan yang mendukung—mulai dari layanan kesehatan, kebijakan pencegahan, hingga pola konsumsi dan gaya hidup.
Salah satu rujukan populer dalam memetakan negara dengan capaian kesehatan tinggi adalah Bloomberg Healthiest Country Index 2019.
Dalam pemeringkatan ini, Bloomberg menyusun skor kesehatan dari 169 negara berdasarkan kombinasi indikator, seperti harapan hidup, serta faktor risiko yang dapat menurunkan kualitas kesehatan populasi—misalnya konsumsi tembakau dan obesitas.
Penilaian juga memperhitungkan faktor lingkungan, termasuk akses terhadap air bersih dan sanitasi.
Berikut tujuh negara dengan skor tertinggi menurut pemeringkatan tersebut, disertai pembahasan mengenai faktor-faktor yang kerap dikaitkan dengan keberhasilan mereka dalam membangun masyarakat yang sehat.
Daftar 7 Negara Tersehat di Dunia
1) Spanyol (92,8)
Spanyol menempati posisi teratas dalam indeks 2019. Salah satu kekuatan utamanya adalah capaian harapan hidup yang sangat tinggi dan stabil dibandingkan dengan banyak negara maju lainnya.
Di sisi sistem, layanan kesehatan Spanyol sangat bertumpu pada layanan primer (primary care), yang menjadi titik awal bagi masyarakat dalam memperoleh pemeriksaan, pengobatan, hingga rujukan spesialis.
Layanan primer ini mengedepankan pendekatan pencegahan dan pengelolaan penyakit kronis sejak dini. Peran dokter keluarga dan perawat sangat penting, terutama dalam promosi kesehatan, pemantauan faktor risiko, dan kesinambungan pengobatan.
Di luar sistem medis, faktor gaya hidup seperti pola makan khas Mediterania yang kaya akan sayuran, buah, ikan, dan minyak zaitun ikut memperkuat ekosistem kesehatan nasional.
Selain itu, kebijakan negara yang mendorong akses universal terhadap pelayanan kesehatan publik juga menjadi fondasi penting keberhasilan sistemnya.
2) Italia (91,6)
Italia menduduki peringkat kedua. Negara ini dikenal sebagai salah satu negara Eropa dengan harapan hidup yang sangat tinggi dan konsisten. Dalam beberapa tahun terakhir, Italia juga menunjukkan pemulihan kesehatan masyarakat pascapandemi dan tetap berada di kelompok atas di antara negara-negara Uni Eropa.
Dari sisi budaya konsumsi, pola makan Mediterania merupakan ciri khas Italia. Konsumsi bahan-bahan segar, minyak zaitun, serta makanan nabati dipercaya berkontribusi terhadap rendahnya prevalensi penyakit jantung dan gangguan metabolik.
Gaya hidup aktif, iklim yang mendukung aktivitas luar ruangan, dan kebiasaan makan bersama keluarga turut memperkuat dampak pola hidup sehat.
Sistem kesehatan publik yang luas memperkuat akses terhadap layanan dasar, walau tantangan seperti kesenjangan antarwilayah dan panjangnya daftar tunggu tetap menjadi perhatian tersendiri dalam kebijakan nasional.
3) Islandia (91,4)
Islandia menempati posisi ketiga dan memperkuat dominasi negara-negara Eropa dalam kelompok teratas. Negara ini mencatat capaian kesehatan yang tinggi, tercermin dari rendahnya angka kematian yang dapat dicegah dan diobati (avoidable mortality).
Cakupan layanan kesehatan di Islandia sangat luas, dengan penekanan kuat pada aspek pencegahan dan pemerataan akses, bahkan di daerah terpencil. Infrastruktur kesehatan yang efisien dan tidak terlalu padat memungkinkan penduduk mendapatkan layanan yang cepat dan terjangkau.
Selain itu, Islandia memiliki tingkat konsumsi tembakau yang rendah, kualitas udara yang sangat baik, dan tingkat polusi yang minim.
Konsumsi ikan yang tinggi dan budaya hidup aktif, termasuk kebiasaan berolahraga serta eksplorasi alam yang menjadi bagian dari gaya hidup nasional, turut menunjang kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
| Baca Juga: Daftar Negara dengan Cadangan Emas Terbesar di Dunia |
4) Jepang (91,4)
Jepang menjadi negara dengan peringkat tertinggi di Asia dalam indeks ini. Negara ini memiliki harapan hidup tertinggi di antara negara-negara maju dan berhasil menekan berbagai faktor risiko penyakit kronis.
Sistem asuransi kesehatan universal yang diwajibkan secara nasional menjamin akses pelayanan bagi seluruh penduduk. Budaya pemeriksaan kesehatan rutin serta fokus kuat pada pencegahan menjadikan masyarakat Jepang lebih sigap dalam mendeteksi penyakit sejak dini.
Gaya hidup masyarakat yang mencakup konsumsi ikan, sayur, makanan rendah lemak, serta porsi makan yang terkontrol membantu menjaga kestabilan berat badan dan menekan angka obesitas yang sangat rendah.
Ditambah dengan budaya kerja keras dan kedisiplinan dalam mengikuti aturan medis, Jepang terus mencetak rekor harapan hidup tertinggi secara global.
5) Swiss (90,9)
Swiss menempati peringkat kelima. Negara ini memiliki sistem kesehatan yang efisien, berkualitas tinggi, dan secara konsisten menempati peringkat atas dalam indikator harapan hidup. Swiss juga mencatat tingkat kematian yang dapat dicegah dan diobati yang tergolong rendah.
Salah satu ciri utama sistem kesehatan Swiss adalah model asuransi kesehatan wajib dengan mekanisme persaingan yang diatur (regulated competition).
Sistem ini memastikan adanya cakupan luas terhadap layanan dasar dengan jaminan kualitas tinggi, walaupun beban biaya layanan kesehatan tetap menjadi tantangan, terutama bagi kelompok berpendapatan rendah.
Infrastruktur medis yang unggul, profesional kesehatan yang berkualitas tinggi, serta standar layanan yang terjaga menjadikan sistem kesehatan Swiss salah satu yang paling terstruktur di dunia.
6) Swedia (90,2)
Swedia berada di posisi keenam dan dikenal memiliki sistem layanan kesehatan yang kuat, responsif, dan sangat merata.
Negara ini mencatat angka harapan hidup tinggi serta tingkat avoidable mortality yang rendah, mencerminkan efektifnya strategi kesehatan masyarakat dan layanan klinis.
Swedia memiliki sistem kesehatan universal yang memberikan akses merata bagi seluruh penduduk tanpa diskriminasi. Pemerintah aktif dalam mempromosikan kebijakan pencegahan penyakit, termasuk edukasi kesehatan dan dukungan pada layanan komunitas.
Beberapa wilayah di Swedia menerapkan integrasi sistem layanan kesehatan lintas sektor, khususnya dalam penanganan penyakit kronis, untuk menciptakan kesinambungan perawatan dan efisiensi sumber daya. Swedia juga menonjol dalam inovasi pelayanan digital, termasuk penggunaan rekam medis elektronik nasional.
7) Australia (89,8)
Australia menempati peringkat ketujuh. Negara ini memiliki skema layanan kesehatan universal bernama Medicare, yang memberikan akses terhadap layanan medis dasar, rumah sakit publik, dan pembiayaan sebagian besar obat-obatan esensial.
Australia juga dikenal memiliki capaian harapan hidup yang tinggi dan angka kematian akibat penyakit yang dapat dicegah tergolong rendah. Pemerintah Australia sangat aktif dalam pengendalian tembakau, termasuk menjadi pelopor penerapan kemasan polos (plain packaging) untuk produk rokok.
Strategi ini terbukti efektif dalam menekan tingkat perokok dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya rokok. Selain itu, Australia berinvestasi besar dalam penelitian kesehatan, layanan darurat yang tanggap, dan sistem rujukan berjenjang yang efektif.
Daftar ini merujuk pada Bloomberg Healthiest Country Index 2019, yaitu indeks komposit yang menggabungkan beragam indikator, mulai dari kondisi kesehatan populasi, faktor risiko, hingga lingkungan hidup.
Karena itu, hasil pemeringkatan ini dapat berbeda dari daftar negara tersehat yang hanya menggunakan satu indikator tunggal, seperti harapan hidup atau healthy life expectancy (HALE).