Banjir di Demak Meluas ke Lima Kecamatan

Banjir di Kabupaten Demak. Metrotvnews.com/ Rhobi Shani

Banjir di Demak Meluas ke Lima Kecamatan

Rhobi Shani • 15 January 2026 18:45

Demak: Banjir masih melanda sejumlah wilayah di Demak, Jawa Tengah akibat curah hujan tinggi. Berdasarkan laporan periodik Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Demak, banjir terjadi di lima kecamatan dengan ribuan rumah dan fasilitas umum terdampak.

“BPBD Kabupaten Demak telah mengoperasikan mobile pump, pompa alcon, serta menurunkan Tim Reaksi Cepat untuk mempercepat penanganan banjir dan meminimalkan dampak terhadap masyarakat,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak, Agus Sukiyono, Kamis, 15 Januari 2026.

Kecamatan Sayung menjadi wilayah dengan dampak paling luas. Di Desa Kalisari, banjir menggenangi jalan utama dengan ketinggian air mencapai 20–40 sentimeter, sementara permukiman warga terendam hingga 10 sentimeter. 
 


Sebanyak 668 rumah terdampak dengan total 963 kepala keluarga (KK) atau 3.854 jiwa. "Ratusan hektare sawah serta sejumlah fasilitas ibadah dan pendidikan ikut terendam. Kondisi genangan dilaporkan mulai mengalami tren penurunan," ungkap Agus.

Sementara di Desa Sayung, sebanyak 1.195 rumah terendam dengan ketinggian air di permukiman 10–20 sentimeter dan di jalan desa 20–40 sentimeter. Sebanyak 1.495 KK atau 4.958 jiwa terdampak.

"Kalau di Kecamatan Demak, banjir terjadi di Kelurahan Betokan, Desa Karangmlati, dan Kelurahan Mangunjiwan. Banjir ini akibat meningkatnya debit Sungai Kalijajar dan tidak berfungsinya pintu air pembuangan," terang Agus.


Banjir di Kabupaten Demak. Metrotvnews.com/ Rhobi Shani


Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Demak, Suprapto, menyebutkan bahwa penanganan banjir dilakukan secara bertahap. “Untuk wilayah Betokan dan Mangunjiwan, kami distribusikan mesin alcon dan karung zak sebagai langkah darurat agar genangan tidak meluas,” jelas Suprapto.

Banjir juga terjadi di Kecamatan Karanganyar, tepatnya di Desa Wonorejo, dengan ketinggian air di jalan mencapai 20–70 sentimeter dan di permukiman 5–15 sentimeter, dengan tren genangan cenderung meningkat. Sebanyak 1.932 rumah terdampak dan lebih dari 6.000 jiwa terimbas banjir.

“Genangan terjadi akibat curah hujan tinggi serta aliran sungai avour menuju Sipon Gajah yang tidak berjalan normal,” tambah Suprapto.

Di Kecamatan Bonang dan Mijen, banjir menggenangi sejumlah ruas jalan utama dan permukiman warga. Hal ini dipicu kombinasi hujan lebat dan air laut pasang yang menghambat aliran sungai. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)