Pecut Transformasi, Bank Jakarta Kejar Pertumbuhan Bisnis

Ilustrasi. Foto: Dok istimewa

Pecut Transformasi, Bank Jakarta Kejar Pertumbuhan Bisnis

Eko Nordiansyah • 3 March 2026 21:19

Jakarta: Bank Jakarta memperkuat tata kelola dan kinerja berkelanjutan. Bank Jakarta optimistis untuk melanjutkan agenda transformasi secara konsisten, memperkuat tata kelola perusahaan, serta menghadirkan layanan perbankan yang profesional, inklusif, dan berdaya saing.

Direktur Kepatuhan Bank Jakarta, Ateng Rivai menyampaikan, manajemen dan karyawan menjalankan transformasi yang berfokus pada penguatan fundamental bisnis. Ia menegaskan, pertumbuhan yang sehat harus ditopang oleh tata kelola yang kuat, manajemen risiko yang disiplin dan akuntabel.

“Penguatan budaya sadar risiko di seluruh lini organisasi menjadi bagian penting dalam memastikan setiap langkah strategis perusahaan tetap berada dalam koridor prinsip kehati-hatian dan regulasi yang berlaku,” ujar Ateng dalam keterangan tertulis, Selasa, 3 Maret 2026.

Pada ajang Indonesia Enterprise Risk Management Award, Bank Jakarta meraih predikat The Best Indonesia Enterprises Risk Management Gold Award (B) Excellent (4 Star) kategori Regional Development Company Asset >Rp90 Triliun. Penghargaan tersebut diberikan atas konsistensi perusahaan dalam menerapkan manajemen risiko yang terintegrasi.



(Ilustrasi. Foto: Dok Bank Jakarta)

Proses penilaian 8th Indonesia Enterprise Risk Management Award (IERMA) 2026 dilakukan melalui pendekatan secondary data approach, yaitu evaluasi berbasis dokumen dan informasi publik perusahaan seperti annual report, company profile, serta data pendukung lainnya yang relevan, secara komprehensif dengan menitikberatkan pada aspek manajemen risiko dan audit internal. 

Pada aspek manajemen risiko, dewan juri mengevaluasi lingkungan internal dan penetapan sasaran (internal environment and objective setting), proses identifikasi risiko, penilaian risiko, tanggapan atau mitigasi risiko, hingga mekanisme pemantauan dan evaluasi yang diterapkan secara berkelanjutan.

Selain itu, turut dinilai kecukupan kualitas dan kuantitas sumber daya yang membawahi fungsi manajemen risiko, termasuk sertifikasi, latar belakang pendidikan, kompetensi, serta pengalaman profesional. Sementara itu, pada aspek audit dan audit internal, penilaian mencakup independensi departemen audit dalam struktur organisasi serta efektivitas tindak lanjut atas rekomendasi yang disampaikan auditor internal sebagai bagian dari penguatan sistem pengendalian internal.

Menjaga kesehatan keuangan, mendorong pertumbuhan bisnis

Pada ajang Iainnya, Bank Jakarta turut memperoleh Indonesia Best CFO Awards 2026 yang diberikan kepada Direktur Keuangan & Strategi Bank Jakarta, Basaria Martha Juliana, sebagai apresiasi atas kepemimpinan strategis dalam menjaga kesehatan keuangan perseroan sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. 

Proses penilaian dilakukan melalui evaluasi kinerja keuangan berdasarkan laporan audited, analisis pertumbuhan dan profitabilitas, efektivitas pengelolaan struktur biaya dan likuiditas, peran CFO dalam mendukung transformasi dan digitalisasi keuangan, serta riset independen dan pendalaman materi oleh dewan juri yang terdiri dari akademisi dan praktisi industri.

Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta Arie Rinaldi menambahkan, penguatan manajemen risiko dan kepemimpinan keuangan yang akuntabel merupakan bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik serta mendukung agenda transformasi perusahaan secara menyeluruh.

“Apresiasi ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas komunikasi dan keterbukaan informasi kepada publik. Ke depan, Bank Jakarta akan terus memperkuat kolaborasi, inovasi, serta disiplin dalam penerapan tata kelola guna memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Arie.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)