Ekspor Indonesia Terdongkrak Produk Olahan Sawit dan Nikel

Ilustrasi minyak sawit. Foto: dok Ditjenbun Kementan.

Ekspor Indonesia Terdongkrak Produk Olahan Sawit dan Nikel

Husen Miftahudin • 5 March 2026 22:03

Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan peningkatan kinerja ekspor Indonesia pada Januari 2026 didorong oleh sektor industri pengolahan di antaranya produk olahan minyak sawit dan nikel, yang mencapai USD18,51 miliar, meningkat dibandingkan Januari 2025 yang sebesar USD17,11 miliar.
 
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebut kontribusi industri pengolahan mencapai 83,53 persen terhadap total ekspor pada Januari 2026.
 
Adapun produk-produk industri pengolahan yang mengalami pertumbuhan adalah produk olahan minyak sawit, nikel, besi dan baja, semi konduktor serta kendaraan bermotor. Khusus untuk produk olahan timah, pertumbuhannya tercatat hingga 191 persen yang dipengaruhi oleh larangan ekspor bijih timah.
 
"Tiga komoditas nonmigas utama dengan kenaikan ekspor tertinggi pada Januari 2026 adalah timah dan barang daripadanya yang naik hingga 191,38 persen, lemak dan minyak hewani atau nabati naik 46,05 persen, serta nikel dan barang daripadanya naik 42,04 persen (yoy). Hal ini didorong oleh peningkatan harga ketiga komoditas tersebut di pasar internasional," kata Budi dalam keterangan tertulis di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis, 5 Maret 2026.
 
Budi menambahkan, berdasarkan World Bank Commodity Price Data, harga timah pada Januari 2026 melonjak 67,29 persen, nikel naik 15,42 persen, dan minyak kernel kelapa sawit (palm kernel oil) naik 8,36 persen dibandingkan Januari 2025.
 
Selain industri pengolahan, kinerja ekspor awal tahun ini juga ditopang oleh sektor pertambangan dan lainnya berkontribusi 10,48 persen, minyak bumi dan gas 4,03 persen, dan pertanian 1,97 persen secara tahunan. Sebaliknya, ekspor sektor pertanian turun 20,36 persen serta sektor pertambangan dan lainnya turun 14,59 persen secara tahunan.
 

Baca juga: Indonesia Desak Uni Eropa Buka Akses Pasar Produk Minyak Sawit


(Ilustrasi. Foto: Medcom.id)
 

Tiongkok jadi pasar terbesar utama ekspor nonmigas RI

 
Dari sisi tujuan ekspornya, Tiongkok (USD5,27 miliar), Amerika Serikat (USD2,51 miliar), dan India (USD1,52 miliar), masih menjadi pasar utama ekspor nonmigas Indonesia dengan total nilai mencapai USD9,30 miliar atau 43,77 persen dari total ekspor nonmigas nasional pada Januari 2026.
 
Sementara itu, tujuan ekspor nonmigas yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi adalah Spanyol yang naik 74,65 persen, Mesir 59,23 persen, dan Pakistan 55,62 persen secara tahunan. Secara kawasannya, ekspor ke Asia Tengah lainnya tumbuh 112,88 persen, Afrika Utara 36,10 persen, dan Asia Selatan 26,55 persen.
 
Diketahui, neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 kembali mencatatkan surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS. Surplus ini ditopang oleh kinerja surplus nonmigas sebesar USD3,23 miliar meskipun sektor migas defisit USD2,27 miliar.
 
Total ekspor Indonesia tercatat sebesar USD22,16 miliar, naik 3,39 persen dibandingkan Januari 2025. Peningkatan ini terutama didorong pertumbuhan ekspor nonmigas sebesar 4,38 persen (yoy) menjadi USD21,26 miliar dari USD20,37 miliar.
 
Sementara itu, total impor Indonesia tercatat USD21,20 miliar atau naik 18,21 persen dibandingkan Januari 2025 yang sebesar USD17,94 miliar.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)