Rudal balistik Iran meluncur ke arah Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar. (Anadolu Agency)
Rudal Balistik Iran Hantam Pangkalan Militer Terbesar AS di Timur Tengah
Willy Haryono • 4 March 2026 09:50
Doha: Kementerian Pertahanan Qatar melaporkan di hari Selasa bahwa sebuah rudal balistik Iran telah menghantam Pangkalan Udara Al-Udeid, instalasi militer terbesar Amerika Serikat di Timur Tengah.
Dikutip dari Anadolu Agency, Rabu, 4 Maret 2026, otoritas setempat melaporkan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Dalam pernyataan resminya, pihak kementerian menjelaskan bahwa Qatar menjadi sasaran dua rudal balistik yang diluncurkan dari Iran. Sistem pertahanan udara berhasil mencegat satu rudal, sementara rudal kedua jatuh di area pangkalan yang terletak di barat daya ibu kota Doha tanpa menimbulkan kehilangan nyawa.
"Angkatan Bersenjata Qatar memiliki kapabilitas penuh untuk menjaga kedaulatan serta wilayah negara, dan tetap bersiap untuk merespons secara tegas setiap ancaman eksternal," ujar Kementerian Pertahanan Qatar.
Hingga Selasa pagi, kementerian telah mendeteksi total tiga rudal jelajah, 101 rudal balistik, dan 39 drone bunuh diri yang menuju ruang udara Qatar sejak dimulainya serangan Iran. Dari jumlah tersebut, seluruh rudal dan 24 drone berhasil dicegat oleh sistem pertahanan.
Pemerintah Qatar mengimbau warga negara, penduduk, maupun pengunjung untuk tetap tenang dan mengikuti instruksi resmi. Masyarakat diminta untuk hanya mengandalkan informasi yang terverifikasi dan tidak terpengaruh oleh rumor yang beredar.
Hingga saat ini, belum ada rincian spesifik mengenai dampak kerusakan material yang disebabkan oleh ledakan rudal tersebut.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat tajam sejak Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan skala besar ke Iran pada hari Sabtu lalu yang disebut-sebut menewaskan hampir 800 orang, termasuk pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Iran merespons dengan meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Drone Diduga Milik Iran Serang Gedung Konsulat AS Dubai, Tak Ada Korban Jiwa