Pelemahan Wall Street Tertahan Kenaikan Saham Teknologi

Ilustrasi. Foto: Freepik

Pelemahan Wall Street Tertahan Kenaikan Saham Teknologi

Annisa Ayu Artanti • 6 December 2023 08:01

Jakarta: Wall Street ditutup beragam pada perdagangan Selasa waktu setempat, dengan penurunan tertinggi dipimpin oleh Dow Jones.

Meski demikian penurunan terpantau terbatas karena meningkatnya saham-saham teknologi karena imbal hasil Treasury turun setelah data menunjukkan permintaan tenaga kerja turun ke level terendah dalam dua tahun.

Melansir Investing.com, Rabu, 6 Desember 2023, Dow Jones Industrial Average turun 79 poin, atau 0,2 persen, S&P 500 stagnan, sementara NASDAQ Composite naik 0,3 persen.

Apple masuk kembali ke klub USD3 triliun

Saham Apple Inc (NASDAQ: AAPL), naik dua persen, membawa nilainya kembali di atas USD3 triliun setelah Bank of America, mengutip data dari SensorTower, mengatakan bahwa pendapatan Apple App store naik 11 persen selama kuartal ini.

Tetapi UBS mengatakan meskipun pertumbuhan digital itu menggembirakan, dolar absolut yang dibelanjakan di App Store sebagian besar datar dari bulan ke bulan sejak Desember 2022.

Baca juga: Wall Street Ambruk Imbas dari Kenaikan Imbal Hasil Obligasi

Pergerakan yang lebih tinggi di Apple membawa kapitalisasi pasarnya kembali di atas angka USD3 triliun.

Selain kenaikan Apple, sektor teknologi juga didukung oleh penurunan imbal hasil Treasury di tengah meningkatnya peluang penurunan suku bunga Fed pada Maret.

Imbal hasil Treasury bertenor 10 tahun turun 12 basis poin menjadi 4,169 persen.

Angka ketenagakerjaan AS

Di sisi lain, permintaan tenaga kerja melambat untuk mendorong spekulasi penurunan suku bunga, aktivitas jasa membaik.

Laporan JOLTS menunjukkan lowongan pekerjaan di negara dengan perekonomian terbesar di dunia ini merosot menjadi 8,7 juta pada hari terakhir Oktober, turun dari 9,553 juta pada hari terakhir bulan sebelumnya, dan merupakan level terendah dalam dua tahun terakhir.

Permintaan tenaga kerja yang lebih lemah, mendorong peluang penurunan suku bunga pada bulan Maret menjadi 56 persen, naik dari 35 persen pada minggu lalu, menurut Alat Pemantau Suku Bunga Fed dari Investing.com.

Sementara itu, aktivitas sektor jasa AS mengejutkan ke arah yang lebih baik pada bulan lalu, naik ke angka 52,7 pada November, dari 51,8 pada bulan sebelumnya.
 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Annisa Ayu)