Pemkab Kepulauan Seribu Gencarkan Gerakan Pilah Sampah

Bupati Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan meninjau aktivitas pemilahan sampah di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Foto: Antara.

Pemkab Kepulauan Seribu Gencarkan Gerakan Pilah Sampah

Gabriella Thesa Widiari • 20 October 2026 18:24

Jakarta: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu menggencarkan 'Gerakan Pilah Sampah dari Hulu ke Hilir' bagi masyarakat kepulauan. Langkah berupa edukasi dan pelatihan ini digelar untuk mewujudkan kawasan bebas sampah (zero waste).

“Saya tidak ingin gerakan ini hanya slogan tanpa realisasi. Kita harus saling mendukung, pengelolaan sampah butuh kolaborasi nyata dari rumah tangga hingga tempat penampungan,” kata Bupati Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan dilansir dari Antara, Selasa, 20 Oktober 2026.

Pulau Pramuka diproyeksikan menjadi lokasi percontohan awal dalam penerapan pengelolaan sampah terpadu tersebut. Pemkab Kepulauan Seribu mendorong keterlibatan aktif warga agar gerakan ini menjadi aksi nyata di lingkungan rumah tangga.

Fadjar meminta instansi teknis untuk gencar mengedukasi masyarakat mengenai nilai ekonomis dari sampah anorganik terpilah. Langkah ini dinilai dapat menjadi motivasi tambahan bagi warga dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan pendapatan.

“Jangan hanya menyuruh memilah, beri tahu juga nilai jualnya. Jika tahu ada potensi pendapatan tambahan, warga pasti lebih termotivasi,” ujar Fadjar.

Pelatihan pengolahan sampah ini melibatkan 60 warga Kelurahan Pulau Panggang yang terdiri atas pengurus RT, RW, hingga kader PKK dan petugas penanganan prasarana. Selain pembekalan teori, kegiatan diisi dengan peninjauan teknis ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Pulau Panggang dan Pulau Pramuka.

Sementara itu, Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Kepulauan Seribu menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah di hilir sangat bergantung pada konsistensi pemilahan di tingkat hulu. Sudin LH juga menghadirkan pendamping dari komunitas lingkungan untuk mempertajam pemahaman peserta.

“Edukasi dan pendampingan kepada petugas serta masyarakat menjadi bagian penting dalam mengoptimalkan pengelolaan sampah dari sumbernya,” kata Kepala Sudin LH Kepulauan Seribu Achmad Hariadi.


Ilustrasi. Foto: dok Danantara.

Warga menyambut positif pelatihan ini dan berharap sosialisasi dilakukan secara merata hingga ke tingkat keluarga. Edukasi berkala dinilai penting agar kebiasaan memilah sampah sebelum diangkut petugas dapat terbentuk secara berkelanjutan.

“Kami jadi paham bahwa sampah bernilai ekonomi jika dipilah dengan benar,” ungkap salah seorang peserta warga Kelurahan Pulau Panggang, Yuni.

(Gabriella Thesa Widiari)